Ketua Komisi II DPRD Kolaka Timur Sekaligus Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Koltim Suprianto Perjuangkan Stabilitas Harga HPP Gabah Agar Profit Petani Bertambah

{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"adjust":2},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}
banner 468x60

Kolaka Timur.Tagsultra.com-Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kolaka Timur sekaligus Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Kolaka Timur, Suprianto, ST., MT, menyampaikan apresiasi kepada Perum Bulog atas komitmennya dalam menjaga stabilitas harga gabah melalui penyerapan hasil panen petani sesuai ketentuan pemerintah. Hal tersebut disampaikan sebagai respons atas berbagai aspirasi yang disampaikan petani dari sejumlah wilayah di Kabupaten Kolaka Timur.

Menurut Suprianto, kebijakan pemerintah melalui Instruksi Presiden Nomor 25 Tahun 2025 yang menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah Kering Panen (GKP) sebesar Rp6.500 per kilogram di tingkat petani merupakan langkah strategis untuk melindungi harga jual hasil panen dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Ia menilai, kehadiran Perum Bulog sebagai lembaga yang ditugaskan menyerap gabah dan beras dalam negeri menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas harga, khususnya saat panen raya.

“Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Perum Bulog yang terus menjalankan amanah pemerintah dalam menyerap gabah petani sesuai HPP. Kehadiran Bulog memberikan kepastian pasar sehingga petani tidak lagi khawatir harga gabah jatuh pada saat panen. Ini adalah bentuk nyata keberpihakan negara kepada petani,” ujar Suprianto

Suprianto mengatakan, berdasarkan aspirasi yang diterima Komisi II DPRD Kolaka Timur dan DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Kolaka Timur, masih terdapat sejumlah persoalan mendasar yang perlu menjadi perhatian bersama.

Lima poin utama yang akan terus diperjuangkan meliputi:

1. Mengawal pelaksanaan HPP Gabah sebesar Rp6.500 per kilogram sesuai Inpres Nomor 25 Tahun 2025 agar benar-benar diterapkan di seluruh wilayah Kabupaten Kolaka Timur.

2. Mendorong percepatan pembangunan infrastruktur pertanian, terutama saluran irigasi permanen dan jalan usaha tani guna meningkatkan produktivitas serta memperlancar distribusi hasil panen.

3. Memperjuangkan kebijakan Pemerintah Daerah agar memberikan bantuan pupuk gratis kepada petani setiap musim olah sawah untuk menekan biaya produksi dan meningkatkan hasil pertanian.

4. Melakukan pembenahan tata kelola alat dan mesin pertanian (alsintan) agar pengelolaannya lebih transparan, profesional, dan tidak menimbulkan praktik yang merugikan maupun menggerus keuntungan petani.

5. Memperjuangkan pembangunan fasilitas Bulog yang terintegrasi di Kabupaten Kolaka Timur berupa dryer (mesin pengering gabah), gudang penyimpanan, serta pabrik pengolahan beras guna menjaga kualitas hasil panen, memperkuat cadangan pangan, dan menjaga stabilitas harga gabah sepanjang tahun.

Sebagai Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Kolaka Timur, Suprianto menegaskan organisasinya akan menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperjuangkan kepentingan petani sekaligus mengawal seluruh program pertanian agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Komitmen kami di Tani Merdeka Indonesia sangat jelas, yaitu hadir di tengah petani, mendengar setiap persoalan mereka, memperjuangkan solusi yang nyata, serta mengawal seluruh program pemerintah agar tepat sasaran. Tani Merdeka Indonesia akan menjadi wadah perjuangan bagi petani untuk meningkatkan kesejahteraan, produktivitas, dan kemandirian menuju pertanian yang maju, modern, dan berkelanjutan,” tegas Suprianto

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Perum Bulog, DPRD, dan organisasi Tani Merdeka Indonesia menjadi kunci dalam mewujudkan swasembada pangan sebagaimana visi Presiden Republik Indonesia.

“Kami percaya bahwa apabila seluruh pihak bersatu dan bekerja bersama, maka Kolaka Timur dapat menjadi salah satu lumbung pangan yang kuat di Sulawesi Tenggara. Karena itu kami akan terus mengawal kebijakan yang berpihak kepada petani, mulai dari perlindungan harga, pembangunan infrastruktur, penyediaan sarana produksi, pembenahan tata kelola alsintan, hingga pembangunan fasilitas Bulog yang terintegrasi. Semua ini semata-mata demi meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” pungkas Suprianto(Red)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *