Kolaka Timur,Tagsultra.Com-Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur (Pemda Koltim) terus menunjukkan komitmennya dalam percepatan pembangunan wilayah, terutama di kawasan terisolir. Salah satu langkah strategi yang dilakukan oleh Bupati Kolaka Timur, H. Abd Azis, SH., MH. bersama Ketua Komisi II DPRD Koltim, Suprianto, ST., MT. dan Ketua Komisi III Doktor Irwansyah dengan melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Desa Tonggauna, Kecamatan Ueesi, Sabtu lalu (28/6/2025).
Kunjungan kerja ini dilakukan dalam rangka meninjau lokasi pembangunan markas Batalyon TNI AD dan rencana percetakan sawah di Desa Tonggauna. Pemda Koltim telah menyiapkan lahan seluas 50 hektar untuk mendukung pembangunan markas Batalyon tersebut.Lokasi pembangunan berada di Desa Tonggauna, Kecamatan Ueesi, Kabupaten Kolaka Timur.

Bupati Koltim H. Abd Azis, SH., MH., bersama Ketua Komisi II DPRD Koltim Suprianto, ST., MT., dan Ketua Komisi III Doktor Irwansyah didampingi sejumlah perangkat daerah serta tokoh masyarakat setempat mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memastikan lahan dan dukungan anggaran terhadap pembangunan markas Batalyon TNI AD yang akan menjadi pusat kekuatan strategi di wilayah wilayah Koltim.
“Dengan adanya batalyon ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa dan membuka akses pembangunan di dua kecamatan, yakni Ueesi dan Uluiwoi,ujar bupati
“Kunjungan kami hari ini bersama Ketua Komisi II dan Komisi III DPRD Koltim ke Desa Tonggauna adalah bagian dari komitmen serius pemerintah daerah dalam mendorong percepatan pembangunan wilayah pegunungan, khususnya di Kecamatan Ueesi dan Uluiwoi. Kami telah menyiapkan lahan seluas 50 hektar untuk pembangunan markas Batalyon TNI Angkatan Darat. Ini bukan hanya soal hadirnya institusi militer baru di daerah, tapi juga sebagai pemicu tumbuhnya pusat-pusat ekonomi di wilayah ini.”Tambahnya
Dalam dialog di lokasi, Bupati H. Abd Azis menyampaikan kepada Ketua Komisi II DPRD bahwa Pemkab akan mengalokasikan anggaran miliaran rupiah untuk membantu pembangunan markas dan fasilitas pendukung Batalyon tersebut.Diharapkan dengan kehadiran sekitar 1.150 personel TNI AD, akan terjadi aktivitas ekonomi yang signifikan di Tonggauna dan sekitarnya.
“Dengan adanya batalyon ini, maka Desa Tonggauna akan menjadi titik sentral kemajuan di wilayah pegunungan Koltim. Perputaran uang diperkirakan bisa mencapai miliaran rupiah per bulan. Ini akan menciptakan pusat ekonomi baru bagi masyarakat,” jelas Bupati H. Abd Azis dalam keterangannya.
Saya tegaskan bahwa kami dari pemerintah daerah siap mengalokasikan anggaran miliaran rupiah untuk mendukung pembangunan markas dan fasilitas batalion. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan Kolaka Timur. Kami ingin Desa Tonggauna menjadi titik sentral pertumbuhan di pegunungan Koltim. Dengan kehadiran 1.150 personel TNI AD nantinya, perputaran uang dan aktivitas ekonomi di desa ini akan meningkat tajam. Bisa dibayangkan, kebutuhan sehari-hari, logistik, usaha kecil, transportasi, dan sektor lainnya akan ikut berkembang. Hal ini tentu akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat.
Selanjutnya,Bupati H.Abd Azis tidak ingin masyarakat hanya jadi penonton. Oleh karena itu Pemda Koltim juga menyiapkan program pemberdayaan, termasuk rencana percetakan sawah baru di sekitar wilayah desa tonggauna dan desa Puurau Kecamatan Ueesi. Harapan kami, masyarakat bisa menjadi bagian dari proses pembangunan, baik secara ekonomi, sosial, maupun budaya. Ini bukan hanya proyek fisik, tapi proyek peradaban bagi masa depan Kolaka Timur.”
Sementara itu,Ketua Komisi II DPRD Koltim, Suprianto, ST., MT., menyampaikan apresiasinya atas langkah visioner Bupati dan menegaskan dukungan penuh DPRD dalam penganggaran dan pengawasan strategi program tersebut.
“Saya mengapresiasi langkah-langkah konkret dan progresif yang dilakukan oleh Bupati Koltim. Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan Uluiwoi dan Ueesi menjadi perhatian kita bersama karena masih memiliki tantangan besar dalam hal infrastruktur dan akses pembangunan. Kehadiran Batalyon TNI AD di Desa Tonggauna akan menjadi game changer atau titik balik perubahan besar bagi daerah ini,”ujar Suprianto
Kunker ini juga sekaligus menjadi bagian dari penguatan sinergi eksekutif dan legislatif dalam mewujudkan pemerataan pembangunan di wilayah Kolaka Timur, khususnya daerah-daerah dengan keterbatasan akses.
“Sebagai Ketua Komisi II DPRD, saya memastikan bahwa lembaga legislatif akan memberikan dukungan penuh dari sisi kebijakan anggaran, karena ini adalah bentuk strategi investasi. Dengan kehadiran ribuan personel TNI di sini, tentu kebutuhan ekonomi akan meningkat, dan masyarakat lokal harus mempersiapkan diri untuk menangkap peluang tersebut. Mulai dari usaha perdagangan, warung makan, penginapan, hingga jasa transportasi akan tumbuh. Ini bukan hanya tentang keamanan, tetapi juga soal peningkatan kesejahteraan rakyat.”Ungkapnya
“Kami juga mendorong agar rencana percetakan sawah dapat segera terealisasi, sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus memberdayakan petani lokal. Insya Allah, kolaborasi antara eksekutif dan legislatif akan terus kita perkuat agar seluruh program pembangunan berjalan maksimal dan tepat sasaran, terutama di daerah-daerah yang selama ini masih tertinggal.”
Laporan : Jusran