Kolaka Timur, Tagsultra.Com-Suasana haru menyelimuti kediaman keluarga Firman, seorang pemuda 18 tahun asal Kelurahan Simbalai,Kecamatan Loea, yang kini berjuang melawan penyakit langka yang dideritanya sejak kecil. Jumat (7/11/2025)
Kediaman sederhana itu kedatangan tamu istimewa,yaitu Ketua Bhayangkari Polres Kolaka Timur, Ny. Fista Tinton, bersama jajaran pengurus Bhayangkari dalam rangkaian kegiatan Bakti Sosial “Bhayangkari Peduli”.
Sebelum tiba di rumah Firman, rombongan PC Bhayangkari Polres Koltim lebih dahulu menyalurkan bantuan sosial ke dua panti asuhan di Kecamatan Lambandia dan Ladongi. Namun, langkah mereka menuju rumah Firman menjadi momen paling mengharukan di hari itu.
Begitu memasuki rumah sederhana yang menjadi tempat Firman terbaring lemah, Ny. Fista Tinton langsung memeluk ibunda Firman, seraya memohon izin untuk melihat kondisi putranya yang terkulai di atas kasur. Tatapan lembut dan doa lirih pun mengiringi percakapan mereka.
“Saya baru dapat kabar tentang Firman, dan Alhamdulillah hari ini bisa melihat langsung kondisinya. Rasanya hati saya terenyuh sekali melihat ketegaran seorang ibu yang berjuang sendiri merawat anaknya yang sakit selama 10 tahun,”ungkap Ny. Fista Tinton dengan mata berkaca-kaca.
Firman, yang semestinya tengah menikmati masa remajanya, justru harus berbaring tanpa daya selama bertahun-tahun. Namun semangatnya untuk sembuh masih tampak dari senyum kecil yang sesekali muncul saat mendengar doa dan motivasi dari ibu ketua Bhayangkari.
“Kami datang bukan untuk apa-apa. Kami ingin memberikan semangat, doa, dan sedikit bantuan untuk meringankan beban Firman dan keluarganya. Semoga Allah memberikan jalan kesembuhan untuknya,”tambah istri Kapolres Kolaka Timur itu lembut.
Kehadiran PC Bhayangkari Polres Koltim bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga menghadirkan cinta, harapan dan dukungan moral bagi keluarga yang selama ini berjuang dalam kesunyian.
Kepala Puskesmas Loea, Miksan, yang turut hadir mendampingi rombongan, menjelaskan bahwa kondisi Firman membutuhkan penanganan medis lebih lanjut dengan fasilitas yang lebih memadai.
“Firman diawal sudah mendapat penanganan sejak kecil.Penyakitnya mulai terasa sejak usia lima tahun, dan semakin parah di usia delapan tahun. Kami bawa ke RS Atula dan disarankan untuk dirujuk ke Makassar agar bisa diperiksa secara intensif dan diketahui pasti penyakitnya,”ujar Miksan.
Hal senada juga disampaikan oleh Kristin, perawat Puskesmas Loea yang turut menangani Firman dua tahun lalu.
“Kami sempat membawa Firman ke RS Atula, tapi waktu itu alat dan fasilitas belum memadai. Dokter anak pun menyarankan agar segera dirujuk ke Makassar agar diagnosanya jelas,”tutur Kristin.
Di balik perjuangan panjang itu, ibunda Firman, Hargami, tetap menunjukkan ketegaran yang luar biasa. Meski air matanya tak berhenti menetes, ia tetap tersenyum penuh syukur atas kepedulian yang datang menghampirinya.
“Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Kapolres dan seluruh pengurus Bhayangkari Koltim yang sudah datang, melihat langsung kondisi anak saya, dan memberi semangat untuk kami. Semoga Allah membalas semua kebaikan ini,”ucap Hargami haru.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah,dalam hal ini Dinas Sosial Koltim yang telah menyiapkan bantuan berupa ranjang dan kebutuhan dasar lainnya untuk Firman.
Program “Bhayangkari Peduli” bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi juga bentuk nyata kasih sayang dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. Di bawah kepemimpinan Ny. Fista Tinton, Bhayangkari Polres Kolaka Timur berkomitmen untuk terus hadir menebar manfaat dari panti asuhan hingga rumah-rumah warga yang membutuhkan uluran tangan.
Kunjungan hari itu berakhir dengan penyerahan bantuan serta doa di tengah keheningan sore,suara lembut Ibu Fista Tinton terdengar
“Insya Allah, semampu kami akan membantu Firman agar mendapat penanganan medis yang lebih baik. Tidak ada yang mustahil jika kita berdoa dan berusaha.”pungkasnya
Air mata pun jatuh bukan hanya dari sang ibu, tetapi juga dari para Bhayangkari yang menyaksikan langsung perjuangan hidup seorang anak muda bernama Firman, yang masih menggenggam erat harapan untuk sembuh.
Laporan: Jusran













