Ketua Komisi II DPRD Koltim Suprianto Turun Langsung Ketemu Para Petani di 5 Desa dan mencarikan Solusi Untuk mengatasi Kekeringan Sawah Yang Terancam Gagal Panen di Kecamatan Dangia

banner 468x60

Kolaka Timur, Tagsultra.com-Kepedulian terhadap nasib petani kembali ditunjukkan Ketua Komisi II DPRD Kolaka Timur, Suprianto, ST., MT, dengan melakukan kunjungan kerja langsung ke Kecamatan Dangia, Rabu, 11 Februari 2026.Kunjungan ini dilakukan menyusul laporan para petani terkait krisis air irigasi yang mengancam ribuan hektare tanaman padi gagal panen

Didampingi Camat Dangia, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA), serta perwakilan kelompok tani, Suprianto meninjau langsung hamparan sawah yang mulai mengering. Di sejumlah titik, tanaman padi yang telah berumur lebih dari satu bulan tampak terancam gagal panen akibat minimnya pasokan air.

Kekeringan ini terjadi karena turunnya debit air waduk pada musim kemarau, sehingga aliran air ke sawah tidak lagi optimal. Kondisi ini diperparah dengan sistem pertanian tadah hujan yang membuat petani sangat bergantung pada curah hujan dan ketersediaan air bendungan.

Sedikitnya lima desa di Kecamatan Dangia mengalami dampak kekeringan cukup parah. Para petani berharap adanya solusi cepat berupa pompa air, pipa, dan selang untuk mengalirkan air dari waduk (bringkes) ke sawah-sawah mereka.

Melihat langsung kondisi di lapangan, Suprianto bersama Ketua Komisi I DPRD Koltim dan anggota Fraksi Gerindra, Nurfadilah, berinisiatif membantu petani secara swadaya. Mereka melakukan patungan dana guna pengadaan pipa dan selang sepanjang satu kilometer dengan total kebutuhan anggaran sekitar Rp26 juta.

“Kami tidak bisa tinggal diam. Petani sudah menanam, padi sudah tumbuh, tetapi air tidak ada. Ini sangat mengkhawatirkan. Karena itu, kami bersama Ketua Komisi I dan saudari Nurfadilah patungan masing-masing Rp2 juta, sisanya kami ajak petani patungan juga. Ini murni ikhlas sebagai bentuk kepedulian agar solusi jangka pendek bisa segera berjalan, sambil menunggu program jangka panjang pemerintah,” ujar Suprianto di sela-sela peninjauan.

Air dari waduk nantinya akan dialirkan menggunakan mesin pompa melalui pipa dan selang menuju sawah petani. Langkah ini diharapkan dapat menyelamatkan tanaman padi dari ancaman puso.

Selain solusi jangka pendek, Suprianto menegaskan pentingnya program jangka panjang berupa pembangunan sumur bor dan jaringan irigasi air tanah (JIAT). Ia menyebut, saat ini tersedia program Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 yang dapat dimanfaatkan untuk pengadaan infrastruktur irigasi di wilayah rawan kekeringan.

“Kami dari Partai Gerindra akan memperjuangkan agar program Inpres ini bisa diturunkan di lima desa di Kecamatan Dangia. Jangka panjangnya, kita butuh sumur bor dan jaringan irigasi air tanah. Dinas Pertanian sebenarnya sudah mengusulkan sumur bor sebagai bagian dari visi-misi Bupati dan Wakil Bupati, khususnya program listrik masuk sawah. Namun karena keterbatasan anggaran, belum bisa direalisasikan. Ini yang akan terus kami dorong,” tegas Suprianto.

Sementara itu, Camat Dangia I Wayan Gede Edi Sanjaya menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung Ketua Komisi II DPRD Koltim bersama Fraksi Gerindra di tengah-tengah petani

“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya Ketua Komisi II DPRD Kolaka Timur bersama Fraksi Gerindra yang turun langsung melihat kondisi sawah petani yang mengalami kekeringan di 5 desa di Kecamatan Dangia. Kehadiran beliau menjadi penyemangat besar bagi para petani dan bukti nyata kepedulian wakil rakyat,” ungkapnya.

Ia berharap sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan petani dapat terus diperkuat demi menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat tani di Kolaka Timur.

Kunjungan kerja ini menjadi wujud nyata komitmen DPRD Koltim dalam mengawal aspirasi rakyat, sekaligus memastikan bahwa setiap persoalan di lapangan mendapatkan perhatian dan solusi yang konkret.

Laporan : Jusran

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *