Kolaborasi Polri,Pemda,TNI,DPRD dan Petani: Kapolres Koltim Launching Tanam Jagung Serentak, Dorong Petani Jual ke Bulog untuk Ketahanan Pangan Nasional

banner 468x60

Kolaka Timur, Tagultra.com-Kapolres Kolaka Timur, AKBP Tinton Yudha Riambodo, bersama jajaran pemerintah daerah Kabupaten Kolaka Timur memulai Gerakan Penanaman Jagung Serentak Kuartal III tahun 2025, Rabu (9/7/2025), di lahan perhutanan sosial Desa Matabondu, Kecamatan Tirawuta.

Kegiatan nasional ini dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia, dipimpin langsung oleh Kapolri dan Menteri Pertanian secara virtual dari Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plh. Sekda Koltim yang mewakili Bupati Kolaka Timur, Wakil Ketua DPRD Koltim, Ketua Komisi II DPRD Koltim, Forkopimda Koltim, Wakapolres Koltim beserta PJU, sejumlah pimpinan OPD, Camat Tirawuta, Kepala Desa Matabondu, dan kelompok tani setempat.

Dalam sambutannya, AKBP Tinton Yudha Riambodo menegaskan bahwa gerakan ini merupakan bagian penting dari strategi nasional dalam mewujudkan ketahanan pangan sebagai salah satu prioritas dalam program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

“Polri berperan sebagai motor penggerak. Kami menjembatani antara para petani dan pemerintah daerah untuk menyukseskan program ketahanan pangan nasional,” ujar Kapolres.

Ia menjelaskan bahwa Polri fokus pada komoditas jagung, sementara TNI fokus pada padi, sebagai bentuk sinergitas mendukung pemerintah dalam menjamin pasokan pangan nasional.

“Kalau negara ini ingin kuat, salah satu kuncinya adalah kemandirian pangan. Jika kita masih bergantung pada negara lain, sulit bagi kita menjadi bangsa yang berdaulat di ketahanan pangan,” tegasnya.

Kapolres juga mengapresiasi capaian jajaran Polres Koltim yang berhasil meraih juara 1 lomba ketahanan pangan tingkat Polda Sultra, sebuah capaian berkat dukungan penuh dari seluruh pihak, khususnya Pemda Koltim.

Namun, ia juga menyoroti hasil evaluasi (Anev) terbaru yang menempatkan Koltim di peringkat ke-4 terbawah dalam data masyarakat Polda Sultra, yang menurutnya disebabkan oleh kurangnya pemahaman terkait mekanisme penjualan hasil panen.

“Banyak petani kita yang masih menjual tengkulak dengan harga rendah, padahal Bulog menawarkan harga lebih tinggi, sekitar Rp5.500/kg dengan kadar air 14%,” katanya.

Untuk itu, Kapolres mendorong kelompok tani agar menjual hasil panennya langsung ke Bulog. Polres Koltim akan memfasilitasi proses distribusi dengan mengerahkan Babinkamtibmas dan melibatkan kepala desa untuk mempermudah koordinasi.

“Cukup telepon Babinkamtibmas atau kepala desa, Bulog yang akan datang jemput hasil panen bapak ibu. Petani tidak perlu repot ke pasar atau ke tengkulak,” jelasnya.

Kapolres juga menegaskan bahwa kolaborasi antara kepolisian, pemerintah, dan petani menjadi kunci dalam menyukseskan program ini. Ia berkomitmen penuh mendukung seluruh program Asta Cita Presiden, terutama dalam hal ketahanan pangan.

“Kami siap menjadi garda terdepan dalam mendukung petani dan membantu penyerapan hasil panen melalui skema resmi pemerintah,” tutupnya.

Laporan : Jusran

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *