Pererat Persaudaraan dan Lestarikan Budaya Tolaki, Ormas Tamalaki Anawonua Sanggia Gelar Diksar Pertama di Mowewe

{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":[],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":false,"containsFTESticker":false}
banner 468x60

Kolaka Timur, Tagultra.com – Dalam rangka memperkokoh semangat menjaga adat istiadat ,kebudayaan dan persaudaraan, Organisasi Kemasyarakatan Tamalaki Anawonua Sanggia sukses menggelar kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) pertama di Desa Nelombu, Kecamatan Mowewe, Kabupaten Kolaka Timur, pada 19 hingga 20 Juli 2025.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Camat Mowewe, Marwan, S.Sos, serta dihadiri oleh perwakilan Polsek Mowewe, tokoh adat, dan tokoh masyarakat setempat. Diksar ini diikuti oleh 22 peserta, dengan 12 orang menjalani pelatihan lapangan dan 10 orang menerima materi teori. Dari jumlah tersebut, dua di antaranya merupakan peserta perempuan.

Camat Mowewe, Marwan, S.Sos dalam amanatnya memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menilai Diksar tersebut merupakan langkah konkret dalam menjaga dan merawat kearifan lokal serta memperkuat semangat kebangsaan di tengah kemajemukan masyarakat dikolaka timur.

“Saya sangat mengapresiasi inisiatif Ormas Tamalaki Anawonua Sanggia. Ini bukan sekedar pelatihan, tapi juga bentuk nyata pelestarian budaya Tolaki di tengah arus modernisasi. Saya berharap kegiatan ini terus berlanjut dan mampu menjadi contoh bagi organisasi lainnya di Kolaka Timur,” ujar Marwan.

Ia juga menghimbau agar seluruh peserta dan anggota ormas dapat terus menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan, saling menghargai, dan menjaga keamanan di lingkungan masing-masing.

“Mari kita jaga kerukunan antar suku, antar umat beragama, dan terus rawat nilai-nilai budaya agar tetap hidup dalam kehidupan bermasyarakat. Pemerintah Kecamatan Mowewe akan selalu mendukung kegiatan positif seperti ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Ormas Tamalaki Anawonua Sanggia, Hamjang, SP menyampaikan bahwa Diksar ini merupakan bagian dari komitmen ormas dalam melestarikan adat istiadat dan budaya Tolaki, serta memperkokoh nilai-nilai pepokoasoa (persaudaraan).

“Tujuan utama kami menggelar Diksar ini adalah untuk membentuk kader-kader yang mencintai budaya sendiri, menjaga adat istiadat Tolaki, dan mempererat tali silaturahmi antar suku di Kolaka Timur. Kami ingin menunjukkan bahwa perbedaan suku bukanlah penghalang untuk bersatu, namun justru menjadi kekuatan dalam membangun daerah,” jelas Hamjang.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi fondasi awal bagi anggota ormas agar lebih berperan aktif dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, serta memiliki integritas dan rasa tanggung jawab terhadap budaya dan nilai-nilai luhur yang diwariskan leluhur.

Kegiatan berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Peserta Diksar tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara yang berisi pembekalan nilai budaya, pelatihan fisik, dan pemahaman tentang peran pemuda dalam menjaga identitas daerah.

Laporan : Jusran

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *