Pemda Koltim Gelar Rapat Koordinasi Tahap II TPPS Bahas Evaluasi Penurunan Stunting Periode Januari Sampai Dengan Juni 2025

banner 468x60

Kolaka Timur, Tagultra.Com-Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam menurunkan angka stunting secara terukur dan berkelanjutan. Menindaklanjuti Peraturan Presiden 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting serta hasil Rapat Koordinasi Perdana TPPS pada 7 Mei 2025, Pemkab Koltim melalui Dinas PPKB Koltim, menggelar Rapat Koordinasi Tahap II Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di Aula Baros Farm House, Desa Tawainalu, Kecamatan Tirawuta, Rabu (30/07).

Rapat ini mengangkat agenda penting, yaitu Sinkronisasi Data Keluarga Risiko Stunting (KRS), Data Intervensi Hasil Pengukuran EPPGBM, serta Evaluasi Capaian Program Intervensi Penurunan Stunting untuk periode Januari hingga Juni 2025. Data dan hasil evaluasi ini menjadi landasan dalam menentukan arah kebijakan dan tindakan lapangan yang lebih presisi di semester berikutnya.

Dalam arahannya, Wakil Bupati Kolaka Timur H.Yosep Sahaka,S.Pd.,M.Pd menyampaikan bahwa isu stunting bukan sekedar urusan teknis kesehatan, melainkan menyangkut kualitas generasi masa depan Kolaka Timur.

“Kita semua harus sadar bahwa stunting adalah ancaman nyata bagi masa depan anak-anak kita. Bukan hanya tubuh mereka yang terhambat pertumbuhannya, tapi juga potensi kecerdasan dan produktivitas mereka di masa mendatang. Oleh karena itu, saya tegaskan bahwa seluruh pemangku kepentingan, dari tingkat desa sampai kabupaten, harus bekerja secara serius, terintegrasi, dan berbasis data. Kita tidak bisa lagi bekerja dengan asumsi; semua harus berdasarkan bukti lapangan dan intervensi yang tepat sasaran,” tegas Wabup Yosep Sahaka.

“Saya juga meminta agar kolaborasi lintas sektor terus diperkuat. Ini bukan hanya tugas Dinas Kesehatan atau DPPKB saja, tapi juga mencakup pendidikan, sosial, pertanian, bahkan infrastruktur.Karena anak-anak yang sehat juga membutuhkan lingkungan yang mendukung, akses air bersih, sanitasi yang layak, serta asupan gizi dari pangan lokal yang terjangkau. Kolaka Timur punya semua potensi itu. Tinggal bagaimana kita mengelolanya dengan baik,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kolaka Timur, Jumaeda, SKM, yang menjadi salah satu koordinator teknis TPPS, menjelaskan pentingnya pemutakhiran data dan intervensi dilapangan berdasarkan hasil pengukuran EPPGBM.

“Seluruh intervensi yang kita lakukan di lapangan mulai dari pemberian makanan tambahan, edukasi gizi, pendampingan keluarga risiko stunting, hingga pelibatan kader Posyandu harus dicatat dan dilaporkan secara digital melalui EPPGBM.

“Kami berharap dengan adanya sinkronisasi data KRS dan EPPGBM hari ini, semua pihak mulai dari camat, kepala desa, puskesmas, hingga kader lapangan, bisa menyusun ulang strategi yang lebih efektif. Pendekatan kita tidak boleh seragam. Harus disesuaikan dengan kondisi sosial, budaya, dan potensi lokal di setiap wilayah,” tambahnya.

Rapat ini dihadiri oleh perwakilan lintas sektor, mulai dari Pemda Koltim,Ketua DPRD Koltim,Ketua Komisi 3 DPRD Koltim,Wakapolres Koltim,Kepal Koramil Tirawuta mewakil Dandim 1412 Kolaka,KepalaKemenag Koltim,OPD teknis, Kabag Kesra,camat tirawuta,camat dangia,camat Ueesi, kepala puskesmas, tenaga gizi, penyuluh KB,Pendamping desa,Kecamatan,Kabupaten dan Pengurus TP-PKK Koltim,kader pembangunan manusia (KPM) dari seluruh kecamatan di Kolaka Timur.

Melalui komitmen bersama dan kerja kolektif, Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur berharap dapat mewujudkan generasi emas bebas stunting yang sehat, cerdas, dan produktif.

Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan pemaparan Materi dari Pihak DPPKB dan Kepala Dinas Kesehatan Koltim sebagai Pemateri,serta diskusi lintas sektor yang dipandu oleh kepala dinas DPPKB Koltim dengan jumlah peserta yang ikut serta dalam kegiatan tersebut mencapai 400 Orang

Laporan : Jusran

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *