Kolaka Timur, Tagsultra.Com-Polemik anjloknya harga gabah di Kabupaten Kolaka Timur akhirnya mencapai titik serius setelah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersama Pemerintah Daerah, Bulog, dan para petani menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Aula Kantor DPRD Koltim, Selasa siang (14/10/2025).
Rapat yang dipimpin Wakil Ketua I DPRD Koltim, Aris Prasetyo, didampingi Ketua Komisi I Eka Saputra, serta dihadiri oleh Pj Sekda Koltim Lafala, perwakilan Bulog Kolaka Raya, TNI/Polri, pimpinan OPD terkait, dan para petani, berlangsung penuh dinamika. Para petani mengeluhkan harga gabah yang jauh di bawah ketentuan Instruksi Presiden (Inpres), sehingga menyebabkan kerugian besar baik secara materi maupun hasil produksi.
Polemik ini sejatinya telah mencuat sejak beberapa bulan terakhir. Para petani bahkan sempat melakukan aksi demonstrasi menuntut kejelasan harga, namun hingga kini belum menemukan solusi nyata. Dalam forum RDP tersebut, emosi dan harapan bercampur: petani berharap agar pemerintah segera turun tangan, sementara DPRD menegaskan komitmennya untuk mengawal nasib para petani.
Ketua Komisi I DPRD Koltim, Eka Saputra, dengan tegas menyatakan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam melihat penderitaan petani yang terus merugi akibat harga gabah yang tidak stabil.
“Kami tidak ingin ada lagi petani yang rugi akibat masalah ini. Pemerintah harus mengambil langkah yang cepat dan tepat untuk mengurai persoalan harga gabah di Kolaka Timur,” tegas Eka.
Eka kemudian membacakan hasil kesimpulan RDP yang memuat sejumlah langkah jangka pendek dan jangka panjang sebagai solusi konkrit atas masalah ini.
Program Jangka Pendek:
1. Menunggu Surat Edaran Bupati yang akan disampaikan kepada para pengusaha untuk memastikan harga pembelian gabah sesuai ketentuan.
2. Penerbitan SK Bupati, yang diproses dalam waktu maksimal satu minggu.
3. Optimalisasi Satgas Pangan, untuk mengawasi aktivitas jual beli di lapangan dan memastikan gabah yang dibeli memiliki umur panen yang sesuai.
4. Pelaporan Pelanggaran, petani yang dirugikan diminta melaporkan pelanggaran harga ke pihak kepolisian.
5. Langkah Khusus untuk Bulog, agar tidak bergantung pada gudang Kolaka Timur semata, tetapi menjalin kerja sama dengan mitra Bulog di luar Koltim sehingga pembelian gabah tetap berjalan di harga Rp6.500/kg.
Program Jangka Panjang:
1. Pembahasan Hibah Tanah antara DPRD dan Pemda Koltim untuk pembangunan gudang Bulog di Kolaka Timur.
2. Kajian Teknis Melalui Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, guna mempercepat kesiapan Koltim memperoleh satu unit MMP (Modern Milling Plant) dari 100 unit yang disiapkan pemerintah pusat.
“Kami dari Fraksi Gerindra siap mendampingi dan mengawal proses ini. Apalagi Wakil Menteri yang membidangi sektor ini berasal dari partai kami, jadi kami optimis Kolaka Timur bisa segera memiliki MMP sendiri,” tambah Eka.
Ia pun menutup pernyataannya dengan ajakan penuh empati kepada seluruh peserta rapat khusunya kepada para petani
“Saya mohon bapak-bapak petani bersabar. Semua butuh proses dan perjuangan. Tapi kami tidak akan berhenti sebelum kesejahteraan petani Koltim benar-benar terwujud.”
Menanggapi hasil RDP tersebut, Pj Sekda Koltim Lafala memastikan bahwa Pemerintah Daerah sepenuhnya berkomitmen untuk menindaklanjuti hasil rapat dan menjalankan solusi yang telah disepakati bersama DPRD dan Bulog.
“Sesuai arahan Bapak Plt Bupati, OPD terkait segera mengambil langkah konkret. Mulai besok, tim akan turun langsung ke lapangan untuk bertemu para pengusaha dan memastikan harga gabah mengikuti surat edaran bupati,” tegas Lafala.
Ia menambahkan, Pemda Koltim juga akan memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dengan pihak kepolisian dan Bulog, agar pengawasan dan penegakan aturan berjalan efektif.
“Pemda, DPRD, dan Bulog satu suara: petani Kolaka Timur tidak boleh terus dirugikan. Kami akan kawal hasil RDP ini hingga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
RDP hari ini berakhir dengan komitmen bersama antara DPRD, Pemda, dan Bulog untuk memperbaiki tata niaga gabah di Kolaka Timur. Para petani yang hadir tampak lega mendengar langkah-langkah cepat yang akan diambil pemerintah.
Meski jalan penyelesaian masih panjang, namun optimisme mulai tumbuh. Harapan baru muncul bahwa Kolaka Timur, sebagai daerah yang dikenal subur dan produktif, dapat kembali menegakkan keadilan harga dan menjamin kesejahteraan petaninya.
Laporan : Jusran













