Kolaka Timur, Tagsultra.com-Ketegangan sempat mewarnai ruang rapat Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur ketika perwakilan PT Toshida Indonesia dimintai klarifikasi atas aktivitas penambangan di Desa Taore, Kecamatan Aere. Rapat yang dipimpin langsung oleh Plt Bupati Koltim, H. Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd., itu dihadiri pula oleh PJ Sekda, Bappeda, PTSPL, dan Bappenda Koltim, Danramil tirawuta,Polres Koltim yang diwakili kasat reskrim.Rabu(15/10/2025) di aula Rapat Kantor Bupati
Dalam rapat yang berlangsung dinamis itu, Pemda Koltim dengan tegas menyoroti sikap PT Toshida yang melakukan kegiatan penambangan tanpa adanya pemberitahuan resmi dan koordinasi dengan pemerintah daerah.
Membuka rapat, Plt Bupati Yosep Sahaka menyampaikan kekecewaannya terhadap manajemen PT Toshida yang dianggap tidak menghormati tata kelola pemerintahan daerah.
“Saya sangat kecewa dengan pihak Toshida yang tidak melakukan koordinasi dengan Pemda Koltim sebelum beraktivitas di wilayah Desa Taore, Kecamatan Aere. Ini wilayah kami, dan sudah seharusnya setiap perusahaan yang beroperasi melapor dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah,” tegas Yosep
Lebih jauh, ia menyebut bahwa aktivitas tambang yang telah berjalan selama setahun itu tidak memberikan manfaat apa pun terhadap daerah, baik dalam bentuk pajak maupun peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Sudah setahun mereka menambang, tapi manfaat bagi daerah belum ada. Ini membuktikan bahwa PT Toshida sengaja beroperasi tanpa kontribusi bagi Kolaka Timur,” ujar Yosep dengan nada tegas.
Meski demikian, Yosep menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap membuka diri terhadap investor yang ingin berinvestasi di Koltim, asalkan sesuai dengan aturan yang berlaku dan menghormati prosedur administrasi.
“Kami tidak pernah menutup diri untuk investasi. Betul, mereka punya IUP, tapi itu tidak berarti bebas beroperasi tanpa melapor ke Pemda Koltim. Kita masuk rumah orang saja wajib permisi. Nah, ini yang tidak dilakukan oleh pihak Toshida,” imbuhnya.
Menutup arahannya, Yosep menegaskan langkah tegas Pemda Koltim terhadap perusahaan tersebut.
“Pertemuan hari ini adalah awal komunikasi yang baik. Namun, saya minta kepada pihak Toshida untuk menghentikan dulu seluruh aktivitas penambangan di Desa Taore sampai ada pertemuan lanjutan dan data lengkap disampaikan kepada Pemda,” pungkasnya
Sementara itu, Fajar, perwakilan manajemen baru PT Toshida Indonesia, mengakui bahwa pihaknya memang belum melakukan koordinasi dengan Pemda Koltim akibat adanya pergantian manajemen.
“Kami akui memang belum sempat berkoordinasi dengan Pemda Koltim karena terjadi pergantian manajemen di internal perusahaan,” jelas Fajar.
Ia juga menyambut positif sikap tegas Plt Bupati Koltim yang dinilainya sebagai langkah tepat untuk menata ulang hubungan kerja sama antara pemerintah daerah dan perusahaan tambang.
“Kami dari pihak Toshida akan patuh dan menghormati perintah Bapak Plt Bupati Koltim untuk menghentikan sementara aktivitas penambangan di Desa Taore. Ini menjadi momentum kami untuk memperbaiki hubungan dan menata ulang koordinasi dengan Pemda,” ujarnya.
Lebih lanjut, Fajar berkomitmen untuk segera menindaklanjuti hasil rapat dengan menyerahkan seluruh data dan dokumen resmi kepada Pemda Koltim.
“Alhamdulillah, kami merasa terbantu dengan adanya rapat ini. Karena saya baru bergabung, sebelumnya memang belum sempat berkoordinasi. Insya Allah, ke depan kami akan lebih proaktif membangun komunikasi dengan pemerintah daerah, pihak desa, camat, dan tokoh masyarakat setempat,” tutupnya
Rapat tersebut menjadi langkah awal penting dalam menegakkan komitmen pengawasan sumber daya alam di Kolaka Timur, agar investasi yang masuk benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan daerah.
Laporan : Jusran













