Pimpinan DPRD Koltim Dukung Penuh Program P2MI untuk Pembangunan BLK-LN di Kabupaten Kolaka Timur

banner 468x60

Jakarta, Tagsultra.Com-Pimpinan DPRD Kabupaten Kolaka Timur menegaskan komitmen penuh dalam mendukung program Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) terkait rencana pembangunan Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLK-LN) di Kolaka Timur. Dukungan tersebut tidak hanya bersifat politis, namun juga konkret melalui penguatan fungsi pengawasan dan penganggaran agar program strategis ini dapat terwujud pada tahun 2026 mendatang.

Komitmen itu disampaikan langsung dalam audiensi bersama Dirjen P2MI yang berlangsung di Jakarta, saat delegasi DPRD Koltim memaparkan urgensi dan posisi strategis Kolaka Timur sebagai daerah potensial pengembangan pusat pelatihan tenaga kerja migran di Sulawesi Tenggara.jumat 21 November 2025

Dalam forum tersebut, para pimpinan DPRD Koltim menggarisbawahi bahwa secara geografis, Kabupaten Kolaka Timur berada di posisi sentral jazirah Sulawesi Tenggara dan menjadi simpul penghubung utama antara Kabupaten Konawe, Konawe Selatan, Bombana, Kolaka, Kolaka Utara, Konawe Utara, hingga Kota Kendari. Posisi ini dinilai sangat strategis untuk pengembangan BLK-LN sebagai pusat pelatihan tenaga kerja berskala regional.

Wakil Ketua I DPRD Kolaka Timur, Aris Prasetyo, menegaskan bahwa DPRD memastikan BLK-LN menjadi prioritas pembangunan daerah meski di tengah keterbatasan fiskal.

“Secara kelembagaan, DPRD Kolaka Timur berkomitmen penuh mengawal rencana pembangunan BLK-LN ini, baik dari sisi penganggaran maupun pengawasan. Kami menyadari keterbatasan anggaran daerah, namun dengan sinergi bersama pemerintah pusat melalui P2MI, kami optimistis BLK-LN dapat terealisasi pada tahun depan sebagai investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas SDM Kolaka Timur,” ujar Aris Prasetyo.

Ia menambahkan, posisi Kolaka Timur yang berada di tengah jalur konektivitas antar kabupaten menjadikannya sangat layak sebagai sentra pendidikan vokasi tenaga kerja migran di Sultra.

Senada dengan itu, Ketua Komisi I DPRD Koltim, Eka Saputra, menekankan pentingnya pembangunan BLK-LN sebagai jawaban atas tantangan pengangguran dan peningkatan keterampilan masyarakat usia produktif.

“Pembangunan BLK-LN bukan hanya tentang fisik bangunan, tetapi menyangkut masa depan generasi muda Kolaka Timur. Kami di Komisi I siap mengawal regulasi, kebijakan, dan proses pengawasan agar seluruh tahapan berjalan transparan, efektif, serta tepat sasaran. Ini adalah momentum strategis untuk menjadikan Kolaka Timur sebagai pusat lahirnya pekerja migran profesional dan terlindungi,” ungkap Eka Saputra.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Koltim, Suprianto, menyoroti aspek ekonomi daerah yang akan terdongkrak melalui keberadaan BLK-LN dan ekosistem pekerja migran yang terstruktur.

“Kami melihat BLK-LN ini sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi baru. Dengan pelatihan yang terstandar, masyarakat kita tidak lagi berangkat sebagai pekerja tanpa keahlian, tetapi sebagai tenaga kerja kompeten yang memiliki daya tawar tinggi. DPRD melalui fungsi anggaran siap memperjuangkan alokasi yang proporsional, sekaligus memastikan penggunaan anggaran itu tepat guna dan berorientasi pada hasil,” tegas Suprianto.

Lebih lanjut, para pimpinan DPRD Koltim berharap dengan dukungan penuh dari Dirjen P2MI serta kolaborasi lintas sektor, pembangunan BLK-LN dapat mulai terealisasi pada tahun depan meskipun daerah masih dibayangi keterbatasan fiskal.

Namun demikian, mereka menegaskan bahwa keterbatasan bukan penghalang, melainkan tantangan yang harus dijawab dengan kolaborasi, perencanaan matang, dan keberpihakan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Audiensi ini menjadi bukti nyata keseriusan DPRD Kolaka Timur dalam menjaga kesinambungan pembangunan daerah, sekaligus mempertegas peran legislatif sebagai mitra strategis pemerintah dalam menciptakan masa depan tenaga kerja migran yang unggul, terampil, dan bermartabat.

Laporan : Jusran

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *