Kolaka Timur Tagsultra.Com-Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur secara resmi menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Tahun Perencanaan 2027 untuk wilayah Kecamatan Ueesi dan Kecamatan Uluiwoi. Kegiatan strategis ini dipusatkan di halaman Kantor Camat Ueesi, Jumat (20/02/2026), sebagai bagian dari upaya menyerap aspirasi masyarakat dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan daerah.
Musrenbang ini dibuka langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kolaka Timur, H. Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd, didampingi Ketua DPRD Koltim Hj. Jumhani, S.Pd., M.Si, serta dihadiri jajaran kepala OPD terkait, unsur Forkopimda, camat, kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, dan perwakilan perempuan.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Penguatan Pondasi dan Struktur Transformasi Pembangunan Menuju Kolaka Timur Sebagai Wilayah Agroindustri”, yang menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mempercepat perubahan struktur ekonomi masyarakat berbasis pertanian menuju sektor agroindustri bernilai tambah.
Dalam sambutannya, Plt Bupati Kolaka Timur H. Yosep Sahaka menegaskan bahwa Musrenbang merupakan forum strategis untuk menyatukan visi, menyelaraskan program, serta memastikan arah pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat di tingkat bawah.
“Musrenbang ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi ruang dialog yang sangat penting untuk menyerap aspirasi masyarakat. Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa setiap program pembangunan yang direncanakan benar-benar lahir dari kebutuhan masyarakat, bukan semata-mata dari perencanaan di atas meja,” tegas Yosep Sahaka.
Ia menjelaskan, fokus pembangunan Kolaka Timur ke depan diarahkan pada penguatan sektor pertanian dan perkebunan yang terintegrasi dengan industri pengolahan, sehingga mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal, membuka lapangan kerja, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.
“Ueesi dan Uluiwoi memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan. Potensi ini harus kita dorong naik kelas melalui konsep agroindustri, agar hasil produksi tidak hanya dijual mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi,” jelasnya.
Selain penguatan sektor ekonomi, Plt Bupati juga menekankan pentingnya pemerataan pembangunan infrastruktur dasar, terutama akses jalan, jembatan, irigasi pertanian, air bersih, serta sarana pendidikan dan kesehatan di wilayah pelosok.
“Pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas utama, karena menjadi kunci membuka keterisolasian wilayah, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. Kita ingin seluruh masyarakat Kolaka Timur merasakan manfaat pembangunan secara adil dan merata,” ujarnya.
Lebih lanjut, Yosep Sahaka mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah kecamatan, desa, hingga elemen masyarakat, untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mewujudkan visi pembangunan Kolaka Timur yang berkelanjutan.
“Pembangunan tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah. Diperlukan peran aktif seluruh elemen masyarakat agar setiap program dapat berjalan efektif dan tepat sasaran. Mari kita bergandengan tangan membangun Kolaka Timur yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Koltim Hj. Jumhani menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan Musrenbang sebagai sarana strategis dalam merumuskan prioritas pembangunan daerah. Ia menegaskan komitmen DPRD untuk mengawal seluruh aspirasi masyarakat agar dapat terakomodasi dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah.
Musrenbang Kecamatan Ueesi dan Uluiwoi ini menghasilkan sejumlah usulan prioritas, di antaranya pembangunan dan peningkatan jalan usaha tani, penguatan jaringan irigasi, pengembangan sentra pertanian dan perkebunan, peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Seluruh usulan tersebut akan dibahas lebih lanjut pada tahapan Musrenbang tingkat kabupaten dan diintegrasikan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Kolaka Timur Tahun 2027, sebagai upaya mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Laporan: Jusran













