Kolaka Timur, Tagsultra.com-Suasana penuh khidmat, sarat makna budaya, dan nuansa religius mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-38 Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang dipusatkan di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Dwi Eka Dharma, Kelurahan Atula, Kecamatan Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Minggu (22/02/2026).
Momentum bersejarah ini menjadi ajang refleksi sekaligus penguatan peran strategis perempuan Hindu dalam pembangunan daerah. Dengan mengusung semangat pengabdian, kebersamaan, dan harmoni, WHDI menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai garda terdepan dalam pemberdayaan perempuan, penguatan ketahanan keluarga, serta pelestarian nilai-nilai luhur keagamaan dan budaya.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus WHDI tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara. Turut hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur, Plt Ketua TP PKK Koltim Hj. Hijrahwati Yosep Sahaka, bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Koltim Rina Permatasari Rismanto, AMF., S.K.M. Hadir pula Ketua Komisi I DPRD Koltim Eka Saputra, ST, Kepala Dinas Kominfo Koltim I Nyoman Abdi, S.Pd., M.Pd., serta Plt Kepala BPBD Koltim Dewa Made Ratmawan, S.ST., M.T.
Dalam sambutannya, Plt Ketua TP PKK Koltim Hj. Hijrahwati Yosep Sahaka menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada WHDI atas konsistensi dan dedikasi dalam mengabdikan diri bagi masyarakat, khususnya dalam membangun karakter perempuan yang religius, mandiri, dan berdaya saing.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur dan TP PKK, saya mengucapkan selamat ulang tahun ke-38 kepada WHDI. Semoga di usia yang semakin matang ini, WHDI terus menjadi motor penggerak pemberdayaan perempuan, memperkuat ketahanan keluarga, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan masyarakat Koltim yang harmonis, sejahtera, dan berakhlak mulia,” ujar Hj. Hijrahwati.
Ia menegaskan, peran perempuan saat ini semakin strategis, tidak hanya di ranah domestik, tetapi juga dalam pembangunan sosial, ekonomi, pendidikan, dan pelestarian budaya. Menurutnya, sinergi antara WHDI dan TP PKK harus terus diperkuat agar program-program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
“Perempuan adalah tiang peradaban. Dari tangan perempuan lahir generasi unggul. Oleh karena itu, kolaborasi antara WHDI dan TP PKK menjadi kunci dalam membentuk keluarga yang tangguh, anak-anak yang berkarakter, serta masyarakat yang berdaya saing di tengah tantangan zaman,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana HUT ke-38 WHDI, Ni Putu Restiti, S.Pd., didampingi Sekretaris Ni Luh Aridiyatmi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan secara maksimal sebagai wujud komitmen WHDI Koltim dalam menyukseskan peringatan HUT tingkat provinsi.
“Kami berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta dan tamu undangan. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami sebagai tuan rumah sekaligus wujud kecintaan terhadap organisasi,” ungkap Ni Putu Restiti.
Peringatan ini juga mendapat perhatian dan dukungan penuh dari Ketua WHDI Provinsi Sultra, Prof. Dr. Ir. Gusti Ayu Kade Sutariati, M.Si., yang mengapresiasi kekompakan serta soliditas WHDI Koltim dalam menyelenggarakan kegiatan berskala provinsi.
Melalui peringatan HUT ke-38 ini, WHDI diharapkan semakin mempererat tali silaturahmi, memperkuat sinergi lintas sektor, serta terus berkontribusi aktif dalam mewujudkan Sulawesi Tenggara, khususnya Kabupaten Kolaka Timur, sebagai daerah yang religius, harmonis, dan maju berkelanjutan.
Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) merupakan organisasi sosial keagamaan yang menjadi wadah perempuan Hindu di Indonesia dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperjuangkan hak-hak perempuan, serta melestarikan nilai-nilai luhur ajaran Hindu. Dengan semangat pengabdian dan kebersamaan, WHDI terus berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan karakter bangsa, penguatan ketahanan keluarga, dan pemberdayaan masyarakat berbasis nilai-nilai keagamaan dan budaya.
Laporan : Jusran













