Dinas PPKB Menggelar Rakor Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Kolaka Timur Tahun 2025

banner 468x60

Kolaka Timur.Tagsultra.Com-Pemerintah Daerah(Pemda)Kolaka Timur,Melalui Dinas PPKB Koltim Menggelar Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Kolaka Timur,bertempat di Aula Pemda Koltim,Rabu 7 Mei 2025

Kegiatan ini dibuka secara resmi Bupati Kolaka Timur yang di wakili oleh Sekda Koltim Andi Muh. Iqbal Tonggasa,SS.TP. M.Si,turut hadir Ketua DPRD Koltim.Hj.Jumhani,S.Pd,Ketua Komisi 3 DPRD Koltim,Dr.Irwansyah,Kapolres,Dandim,Forkopimda,Staf Ahli,Kepala Bappeda,Dr Mustakim Darwis,Wakil Ketua TP-PKK Koltim,Pimpinan OPD,Para Camat se koltim,Tenaga Pendamping Keluarga yang terdiri dari ibu desa,tenaga kesehatan, bidan,tenaga PLKB,Kepala UPTD Puskesmas dan kepala UPTD dinas KB serta tenaga ahli pendamping desa kabupaten dan kecamatan serta lembaga-lembaga media dalam hal ini LSM dan Media Online.

Sekda Koltim,Andi Muh Iqbal Tonggasa mengatakan dengan hadirnya seluruh pihak terkait,maka angka stunting dikolaka timur ini bisa sampai di angka Zero(0)

“Alhamdulillah,dengan hadirnya seluruh stakeholder pada rakor hari ini nantinya kita akan merumuskan langkah dan strategi apa yang menjadi pokok utama dalam percepatan penurunan stunting ini.”ujarnya

Selain itu,Kata Sekda,dengan semangat gotong royong baik dari pihak Pemda,DPRD dan seluruh masyakarat,diharapkan nantinya akan lebih cepat turunnya angka stunting ini.

“Saya optimis,melalui arahan bapak bupati tentunya angka stunting ini akan menjadi Zero,apalagi bapak wakil bupati sebagai ketua tim percepatan penurunan stunting,insya Allah stunting dikoltim ini pasti akan terkendali dengan baik.”ucapnya

Di akuinya,bahwa selain pemerintah daerah dan Pihak-pihak terkait yang bersatu,ada juga dari pihak-pihak swasta dan pengusaha yang bersedia mendukung program percepatan penurun stunting ini.

“Ditengah efisiensi anggaran ini, tidak mengurangi semangat kita untuk berbuat yang terbaik untuk menanggani stunting ini,apalagi ada bantuan dari pihak swasta dan pengusaha lokal yang secara sukarela dan ikhlas membantu,tentunya dengan sinergi ini bisa membantu mempercepat penurunan stunting didaerah ini.Ungkapnya

Sekda membeberkan bahwa salah satu faktor lambatnya penangganan stunting ini karena kurangnya partisipasi masyarakat pada saat dilakukan pendataan dari pemerintah daerah melalui puskesmas yang ada di 12 kecamatan

“Para Kapus sudah turun langsung melakukan pendataan namun warga yang menjadi target tidak berada di tempat,sehingga ini yang menyebabkan stunting di koltim belum sampai ke titik Zero,saya berharap setelah rakor ini nantinya bisa kita bergerak cepat dan tepat sasaran,sehingga Koltim ini bisa keluar dari stunting.”pintanya

Hal senada disampaikan,Kepala Bappeda dan Litbang Kolaka Timur,Dr.Mustakim Darwis bahwa pemanfaatan pekarangan disekitar rumah adalah salah satu upaya dalam mempercepat turunya angka stunting di kolaka timur ini.

“Pekarangan rumah yang kosong bisa di manfaatkan untuk menanam sayuran,buah dan lainya karena semua itu adalah penunjang utama dalam rumah tangga untuk meningkat kualitas makanan yang bergizi bagi anak,istri dan keluarga,Saya rasa kalau ini dilaksanakan insya Allah kita optimis stunting di koltim bisa di angka Zero.”bebernya

Selain itu,Mustakim darwis mengatakan dibutuhkan kesadaran dari masyarakat itu sendiri dalam upaya melakukan pencegahan lebih dini,sehingga penanganan stunting dikoltim dapat tercapai dengan baik dan efektif.

“Peran Orang tua sangatlah Penting disini,ditambah dengan adanya Kelompok orang tua Asuh yang di bentuk oleh Dinas PPKB,ini bisa dipastikan stunting dikolaka timur ini dapat teratasi.”tuturnya

“Nantinya juga kita akan langsung turun ke masyarakat yang terkena dampak stunting ini,kita akan melakukan pendataan dengan lengkap by name by address,agar nantinya setelah di data lengkap bisa dipetakan dan dilakukan penangganan secepatnya.”Sambungnya

Sementara itu,Kepala Dinas PPKB Jumaeda,SKM menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah hadir dalam rakor TPPS tahun 2025 ini.

“Kita sudah sepakat di Rakor ini, bahwa kita akan sama-sama semua pihak terkait untuk turun langsung kelapangan untuk mengidentifikasi masyarakat kita dengan mengunakan metode by date,by name dan by Address,sehingga permasalahan stunting ini segera terselesaikan.”Jelasnya

Selanjutnya,Jumaeda menjelaskan langkah-langkah strategis yang akan dilakukan Tim PPS Kabupaten kolaka timur yakni melalui identifikasi data dari lapangan.

“Kita akan langsung turun kemasyarakat melakukan verifikasi data untuk mengidentifikasi masalah,dengan hasil identifikasi masalah itu nantinya akan menjadi dasar kami untuk untuk merumuskan suatu rencana dan strategi serta langkah-langkah apa yang akan kami lakukan nantinya.Ungkapnya

“Untuk percepatan penurunan stunting ini dengan dua langkah interfensi langsung yaitu Pencegahan dan penanganan,jadi kita tidak terlalu banyak lagi berteori tapi bagaiman kita menyusun langkah pencegahan dan penanganannya,terkait pencegahan kita akan kerjasama dengan KUA untuk mulai mendata pasangan yang baru akan menikah, kita akan berikan pemahaman tentang dampak-dampak stunting dan yang sudah terdampak stunting ini akan kita langsung lakukan penanganan tanpa melupakan sistem rujukan yang berjenjang.”Tambahnya

Menurut jumaeda,dengan lebihnya target peserta yang hadir pada Rakor ini sebagai penanda yang baik untuk percepatan penurunan stunting di kolaka timur ini.

“Saya yakin dengan banyaknya peserta yang hadir pada hari ini yang melebihi target dan terjadinya dialog yang interaktif dan hangat serta adanya kritikan dan masukan yang membangun ini,menurut saya adalah langkah yang baik untuk memperbaiki kerja-kerja kami di kabupaten.”Ucapnya

“Saya sangat optimis,ketika ada keyakinan,insya Allah pasti terwujud, saya berharap dengan pendampingan dari pemerintah daerah, melalui OPD-OPD terkait,masyarakat diharapkan untuk berperan aktif dan bekerjasama dalam mempercepat penurunan stunting ini.”Pungkasnya

Laporan : Jusran

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *