Kolaka,Timur.Tagsultra.com-Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kolaka Timur, Suprianto, kembali menyoroti kondisi infrastruktur jalan dan jembatan di Kecamatan Uluiwoi dan Kecamatan Ueesi yang dinilai masih jauh dari kata layak. Ia menegaskan perlunya perhatian serius dari pemerintah pusat agar pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut dapat segera direalisasikan.Hal ini disampaikan Suprianto dan wakil ketua DPRD Koltim, saat melakukan kunjungan kerja dan monitoring pekerjaan percetakan sawah di desa tonggauna kecamatan Ueesi,Minggu 25 Desember 2025
Menurut Suprianto, akses jalan dan jembatan merupakan kebutuhan mendasar masyarakat, khususnya para petani dan pekebun. Buruknya infrastruktur selama ini menjadi penghambat utama distribusi hasil pertanian, yang berdampak langsung pada pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
“Sebagian besar masyarakat di Uluiwoi dan Ueesi menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Jika akses jalan dan jembatan tidak memadai, maka hasil produksi petani sulit dipasarkan secara optimal,” ujar Suprianto.
Politisi Partai Gerindra itu juga menekankan pentingnya atensi pemerintah pusat, mengingat di wilayah tersebut tengah berjalan proyek strategis nasional percetakan sawah seluas kurang lebih 700 hektare. Ia menilai, proyek besar tersebut harus dibarengi dengan dukungan infrastruktur yang memadai agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Dengan kondisi jalan dan jembatan yang baik, Suprianto meyakini hasil panen petani dan pekebun akan lebih mudah diangkut dan dijual, biaya distribusi dapat ditekan, serta roda perekonomian desa akan bergerak lebih cepat.
Ia pun menyatakan optimisme bahwa pemerintah pusat tidak akan tinggal diam melihat kondisi infrastruktur di dua kecamatan tersebut dibiarkan berlarut-larut. Menurutnya, pembangunan infrastruktur menjadi faktor kunci keberhasilan program ketahanan pangan nasional.
Lebih lanjut, Suprianto mengungkapkan bahwa pemerintah daerah bersama DPRD Kolaka Timur telah berupaya semaksimal mungkin melakukan perbaikan, namun keterbatasan anggaran daerah atau APBD menjadi kendala utama.
“Oleh karena itu, dukungan dan intervensi pemerintah pusat sangat dibutuhkan agar pembangunan jalan dan jembatan di Uluiwoi dan Ueesi dapat segera terwujud,” tegasnya.
Ia berharap, dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan DPRD, pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman Kolaka Timur dapat dipercepat demi mendukung peningkatan produksi pertanian dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.













