Kolaka Timur, tagsultra.com- Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kolaka Timur, Suprianto, ST., MT, memberikan tanggapan terhadap pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 yang digelar Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur.selasa 7 April 2026,di aula Pemda koltim
Musrenbang tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, namun juga momentum penting dalam merumuskan program prioritas yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Seluruh usulan yang dihimpun dari tingkat desa hingga kecamatan diharapkan dapat terintegrasi secara sistematis dalam dokumen perencanaan daerah.
Ketua Komisi II DPRD Kolaka Timur, Suprianto, ST., MT, menegaskan pentingnya peran kepala daerah dalam memastikan kualitas perencanaan program kerja setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia berharap agar Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Kolaka Timur secara langsung mengawal proses asistensi penyusunan program dan anggaran.
“Pada saat asistensi penyusunan program kerja dan anggaran oleh OPD, kami berharap Bapak Plt. Bupati dapat memanggil dan meminta setiap OPD untuk memaparkan serta mempresentasikan programnya secara langsung. Hal ini penting agar seluruh program dan anggaran yang dialokasikan benar-benar sejalan dengan visi dan misi pembangunan daerah,” tegas Suprianto.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa arah pembangunan Kolaka Timur telah tertuang jelas dalam RPJMD dengan target besar pada tahun 2029, yakni menjadikan Kolaka Timur sebagai kabupaten berbasis ekosistem agroindustri.
“Konsep agroindustri ini berarti seluruh program pembangunan harus terintegrasi dari hulu hingga hilir Pada tahun 2029 nanti, diharapkan semua program pemerintah daerah melalui OPD terkait yang menjalankan 10 Program Unggulan tersebut dapat dievaluasi dan diukur tingkat keberhasilannya secara nyata oleh publik dan seluruh stake holder,” lanjutnya.
Selain itu, Suprianto juga mengingatkan agar pemerintah daerah memastikan seluruh program prioritas sejalan dengan janji kampanye pasangan ASMARA yang telah disampaikan kepada masyarakat. Program unggulan tersebut antara lain Listrik Masuk Sawah (LMS), pelayanan kesehatan gratis melalui BPJS, pembangunan infrastruktur jalan desa dan kabupaten yang berkualitas, serta pemberian beasiswa pendidikan secara masif.
“Bapak Plt. Bupati bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) harus benar-benar memastikan bahwa setiap program kegiatan selaras dengan janji kampanye. Program unggulan ini adalah komitmen kepada rakyat yang wajib direalisasikan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya ketegasan pemerintah dalam pengalokasian anggaran. Menurutnya, OPD yang tidak sejalan dengan visi RPJMD dan program unggulan daerah seharusnya tidak diberikan alokasi anggaran besar.
“Saya berharap ada penegasan dari Bapak Plt. Bupati bahwa tidak akan ada anggaran besar bagi OPD yang tidak mendukung visi dan misi daerah serta 10 program unggulan ASMARA. Ini penting agar arah pembangunan tidak melenceng dari tujuan awal,” tegas Suprianto.
Sebagai wakil rakyat, Suprianto menekankan bahwa hasil Musrenbang tidak boleh berhenti sebagai dokumen semata, melainkan harus benar-benar ditindaklanjuti dalam bentuk program nyata yang dirasakan masyarakat, khususnya para petani.
“Musrenbang harus menghasilkan program yang konkret. Pendanaan bisa bersumber dari berbagai skema, mulai dari APBD Kabupaten, APBD Provinsi, APBN, hingga optimalisasi Dana Desa dan Pagu Indikatif Kecamatan (PIK) untuk mendorong pembangunan partisipatif,” jelasnya.
Ia juga memberikan perhatian khusus kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kolaka Timur agar bersikap tegas dalam mengawal arah kebijakan pembangunan daerah.
“Bappeda memiliki peran strategis untuk memastikan arah pembangunan Kolaka Timur lebih jelas, terarah, dan dapat diukur setiap tahun, terutama di tengah kondisi fiskal yang terbatas. Perencanaan yang tepat akan menjadi kunci keberhasilan pembangunan ke depan,” pungkasnya.
Melalui Musrenbang yang terarah dan komitmen kuat dari seluruh pemangku kepentingan, Kabupaten Kolaka Timur diharapkan mampu mewujudkan transformasi pembangunan menuju daerah agroindustri yang maju, mandiri, dan berdaya saing pada tahun 2029.
Laporan : Jusran













