Kolaka Timur.Tagsultra.com-Perayaan Dharmasanti Nyepi Tahun Baru Saka 1948/2026 Masehi di Kabupaten Kolaka Timur berlangsung khidmat dan penuh nuansa kebersamaan.Kamis Malam 16 April 2026,di Pura Penataran Amerta Yoga Adat Dwi Eka Dharma Kelurahan Atula.Kegiatan di awali dengan penampilan Tari Panyembrahma sebagai tarian keramahan dan penghormatan kepada tamu yang hadir.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Plt.Bupati Kolaka Timur,H.Yosep Sahaka,S.Pd.,M.Pd bersama Plt.Ketua TP-PKK Koltim Hj.Hijrahwati,Ketua Dharmawanita Koltim Rina Permatasari,AMF.,SKM,Anggota DPR Provinsi,Hj.Hartini Azis,A.Ma,Ketua Komisi I DPRD Koltim Eka Saputra,ST, Anggota DPRD Koltim Fraksi PDIP Made Margi,Camat Ladongi,Camat dangia,Ketua PHDI Provinsi Sultra,Ketua PHDI Koltim,Para Pemangku Adat, Tokoh Agama,tokoh perempuan,tokoh pemuda serta umat Hindu Se Kolaka timur.
Kegiatan ini merupakan rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi ini menjadi momentum penting dalam mempererat tali silaturahmi serta memperkuat nilai toleransi antar umat beragama di daerah yang dikenal sebagai miniatur keberagaman di Sulawesi Tenggara.
Kehadiran Plt. Bupati Kolaka Timur, H. Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd, dalam kegiatan tersebut menjadi simbol kuat komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keharmonisan masyarakat yang terdiri dari berbagai suku dan agama.
Dalam suasana penuh kekeluargaan, kegiatan Dharmasanti tidak hanya menjadi ajang silaturahmi umat Hindu, tetapi juga menjadi ruang bersama bagi seluruh masyarakat untuk mempererat persatuan dan memperkokoh rasa saling menghargai antar umat beragama.

Dalam sambutannya, Plt. Bupati Kolaka Timur H. Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd menyampaikan bahwa Dharmasanti memiliki makna yang sejalan dengan tradisi silaturahmi dalam agama lain, khususnya dalam Islam.
“Dharmasanti ini merupakan rangkaian dari Hari Raya Nyepi yang memiliki makna mendalam. Jika kita sandingkan, dalam agama Islam setelah puasa Ramadhan ada halal bihalal, maka dalam agama Hindu Dharmasanti inilah yang menjadi momentum untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi,” ujar Yosep Sahaka.
Ia juga mengapresiasi keteguhan umat Hindu dalam menjalankan ibadah Nyepi, yang dilaksanakan selama 24 jam penuh tanpa aktivitas, sebagai bentuk pengendalian diri dan ketulusan dalam beribadah kepada Sang Pencipta.
Menurutnya, meskipun terdapat perbedaan dalam tata cara ibadah antar agama, pada hakikatnya semua umat memiliki tujuan yang sama, yakni mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.
“Sesungguhnya dari sekian banyak agama yang ada di Indonesia, perbedaannya hanya pada bentuk pelaksanaan ibadahnya. Namun tujuannya tetap sama, yaitu beribadah dan menyembah kepada Sang Pencipta. Inilah yang harus terus kita pahami bersama sebagai landasan dalam menjaga kerukunan antar umat beragama,” lanjutnya.

Selanjut, Yosep Sahaka menegaskan bahwa Kabupaten Kolaka Timur merupakan daerah yang memiliki tingkat keberagaman yang tinggi, baik dari sisi suku maupun agama. Namun demikian, masyarakat di daerah ini mampu menjaga toleransi dengan sangat baik.
Ia menyampaikan rasa syukur karena hingga saat ini Kolaka Timur dikenal sebagai daerah yang aman, damai, dan harmonis, tanpa konflik antar suku maupun antar umat beragama.
“Kolaka Timur ini adalah daerah yang heterogen, terdiri dari berbagai suku dan agama. Namun Alhamdulillah, toleransi di daerah kita sangat baik. Kita hampir tidak pernah mendengar adanya konflik antar suku maupun antar umat beragama. Ini adalah kekuatan besar yang harus terus kita jaga,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Yosep Sahaka juga menyoroti keberadaan umat Hindu di Kabupaten Kolaka Timur yang memiliki jumlah cukup besar dan tersebar dalam beberapa kelompok adat. Ia menyebutkan bahwa keberadaan delapan kelompok adat Hindu di wilayah tersebut merupakan potensi besar dalam memperkaya budaya daerah.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan kesan mendalam saat memasuki kawasan kegiatan Dharmasanti, yang menurutnya menghadirkan suasana khas budaya Bali.
“Ketika saya memasuki lokasi kegiatan ini, rasanya seperti tidak berada di Ladongi, tetapi seperti berada di Bali. Bahkan ketika kita masuk ke desa-desa yang dihuni masyarakat Bali, suasananya sangat terasa seperti di Pulau Bali. Ini menunjukkan keberhasilan saudara-saudara kita dalam melestarikan budaya mereka,” ungkapnya.
Menurut Yosep Sahaka, keberagaman budaya yang ada di Kabupaten Kolaka Timur menjadi salah satu kekayaan daerah yang patut dibanggakan. Ia bahkan menyebut Kolaka Timur sebagai miniatur Indonesia, karena hampir seluruh suku di Indonesia dapat ditemukan di wilayah tersebut.
Keberagaman ini, lanjutnya, merupakan modal besar dalam mendukung pembangunan daerah di berbagai sektor.
“Kolaka Timur ini bisa kita sebut sebagai miniatur Indonesia. Hampir semua suku ada di sini. Banyaknya budaya, suku, dan agama justru menjadi kekuatan besar bagi daerah kita. Jika kita bersatu, maka apapun yang kita rencanakan untuk pembangunan daerah pasti dapat terlaksana dengan baik,” jelasnya.
Ia juga memberikan apresiasi atas kontribusi masyarakat Bali di Kabupaten Kolaka Timur yang telah aktif berperan dalam berbagai sektor, termasuk dalam pemerintahan dan lembaga legislatif.

Menurutnya, kehadiran perwakilan etnis Bali di lembaga legislatif menunjukkan bahwa masyarakat Bali telah menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah.
“Keluarga Hindu di Kabupaten Kolaka Timur adalah bagian penting dari kekuatan daerah. Kita melihat bagaimana masyarakat Bali telah berkontribusi dalam berbagai sektor, baik di pemerintahan maupun di legislatif. Ini menunjukkan bahwa semua elemen masyarakat memiliki peran dalam membangun Kolaka Timur,” tambahnya.
Mengakhiri sambutannya, Yosep Sahaka berharap agar semangat kebersamaan dan toleransi yang telah terbangun selama ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan demi masa depan Kabupaten Kolaka Timur yang lebih maju dan harmonis.
“Saya berharap kebersamaan dan toleransi yang sudah terjalin dengan baik ini dapat terus kita jaga. Dengan suasana yang aman, damai, dan harmonis, kita dapat melaksanakan pembangunan dengan tenang tanpa gangguan. Persatuan adalah kunci utama dalam mewujudkan kemajuan daerah kita,” pungkasnya.
Laporan : Jusran













