Kolaka Timur, Tagsultra.com-Menyambung keluhan masyarakat petani di Kecamatan Dangia yang mengalami kekeringan akibat minimnya pasokan air irigasi, Ketua Komisi I DPRD Kolaka Timur, Eka Saputra, ST, bersama Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Dangia,La Sudarmin Maja, SP dan perwakilan Ketua Gapoktan,Wayan Su, menerima bantuan lima unit pompa air di Kantor Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari, Rabu (11/03/2026).
Bantuan tersebut diperoleh setelah adanya komunikasi intens yang dibangun oleh Ketua Komisi I DPRD Koltim dengan pihak BWS Wilayah IV Kendari melalui Satker Operasi dan Pemeliharaan (OP), Dr. Suwardi, S.ST., M.T.. Langkah ini dilakukan sebagai solusi jangka pendek untuk membantu petani yang sawahnya terancam gagal panen akibat kekeringan.

Ketua Komisi I DPRD Koltim, Eka Saputra, menjelaskan bahwa peminjaman pompa air tersebut merupakan langkah darurat agar para petani tetap bisa mengairi sawah mereka dengan memanfaatkan sumber air dari sumur-sumur yang tersedia di sekitar lahan pertanian.
“Sebagai solusi konkret jangka pendek, kita meminjam lima unit mesin pompa air dari BWS Wilayah IV Kendari. Pompa ini nantinya digunakan oleh petani untuk mengambil air dari sumur-sumur yang tersedia agar sawah tetap mendapatkan pasokan air,” ujar Eka Saputra.
Ia menjelaskan bahwa bantuan tersebut sangat disambut antusias oleh masyarakat. Bahkan, Kepala BPP Kecamatan Dangia, perwakilan Gapoktan, serta sejumlah masyarakat petani turut hadir langsung di Kantor BWS Kendari untuk menjemput bantuan tersebut.
“Pompa ini sangat membantu. Tadi juga hadir Kepala BPP Kecamatan Dangia dan salah satu Ketua Gapoktan bersama masyarakat untuk menjemput langsung bantuan mesin pompa ini. Mereka sangat antusias dan berterima kasih atas upaya kerja sama antara DPRD Koltim dan BWS Wilayah IV Kendari yang peduli terhadap kondisi petani yang sedang mengalami kekeringan,” jelasnya.

Menurut Eka, kondisi kekeringan yang terjadi saat ini telah berdampak serius terhadap sektor pertanian di Kecamatan Dangia. Bahkan ratusan hektar sawah terancam mengalami gagal panen jika tidak segera ditangani.
“Kekeringan ini berdampak langsung pada para petani kita. Ratusan hektar sawah di Kecamatan Dangia saat ini terancam gagal panen karena kekurangan air,” ungkapnya.
Meski demikian, Eka menegaskan bahwa bantuan pompa air tersebut hanya merupakan solusi sementara. Untuk jangka panjang, dibutuhkan langkah konkret dan kolaborasi berbagai pihak guna menyelesaikan persoalan sumber air di wilayah tersebut.
Menurutnya, solusi permanen yang perlu dilakukan adalah membenahi sumber air utama yakni Bendung Gunung Jaya serta meningkatkan interkoneksi jaringan Daerah Irigasi (D.I) dari Bendungan Ladongi agar aliran air dapat menjangkau wilayah Dangia.

“Solusi permanennya adalah membenahi sumber air utama yaitu Bendung Gunung Jaya serta meningkatkan interkoneksi jaringan irigasi dari Bendungan Ladongi agar airnya bisa sampai ke Dangia. Jika itu dilakukan, maka petani kita tidak lagi mengalami gagal panen,” tegasnya.
Namun ia mengakui bahwa kemampuan keuangan daerah Kabupaten Kolaka Timur belum mencukupi untuk melakukan pembenahan bendungan secara menyeluruh.
“APBD Kolaka Timur tidak mencukupi untuk melakukan pembenahan Bendung Gunung Jaya secara besar. Namun pemerintah pusat telah membuka peluang melalui skema Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 yang dikeluarkan langsung oleh Presiden Prabowo,” jelas Eka.
Melalui skema tersebut, pemerintah daerah dapat mengusulkan program perbaikan infrastruktur irigasi kepada pemerintah pusat. Namun syaratnya, pemerintah daerah harus menyiapkan desain teknis serta dokumen usulan secara lengkap.
“Tugas kami sebagai wakil rakyat adalah mendorong agar pemerintah daerah segera menyiapkan desain dan usulan tersebut sehingga pembenahan bendungan bisa direalisasikan melalui anggaran pemerintah pusat melalui Inpres Nomor 2 Tahun 2025,” katanya.
Eka Saputra juga memberikan apresiasi kepada pemerintah Kecamatan Dangia, pihak BPP, para Ketua Gapoktan, serta masyarakat petani yang aktif menyampaikan aspirasi dan memperjuangkan persoalan yang mereka hadapi.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada pihak BWS Wilayah IV Kendari khususnya Satker OP yang sangat terbuka dan responsif menerima aspirasi masyarakat. Begitu ada keluhan dari petani, pihak BWS langsung memberikan solusi jangka pendek dengan meminjamkan pompa air ini,” ujarnya.
Ia berharap seluruh pihak dapat bersama-sama mencari solusi jangka panjang agar persoalan kekeringan di wilayah tersebut tidak terus berulang setiap musim kemarau.
“Saya sebagai wakil rakyat dari Dapil II tentu akan mengawal persoalan ini dengan serius. Kita akan membangun komunikasi lintas sektor agar masalah yang terjadi di Kecamatan Dangia ini bisa kita atasi secara permanen,” pungkasnya.
Sementara itu, Koordinator BPP Kecamatan Dangia, La Sudarmin Maja, SP, menjelaskan bahwa kekeringan yang terjadi saat ini dipicu oleh menurunnya debit air di Bendung Gunung Jaya akibat rendahnya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir.
“Kurangnya intensitas hujan di Kecamatan Dangia menyebabkan debit air di Bendung Gunung Jaya sangat berkurang bahkan hampir kering. Akibatnya puluhan hingga ratusan hektar sawah terancam gagal panen,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa bantuan pompa air dari BWS Wilayah Sungai IV Kendari sangat membantu para petani untuk tetap mempertahankan tanaman padi mereka.

“Alhamdulillah bantuan pompa ini sangat membantu para petani di Kecamatan Dangia. Tanpa bantuan ini kemungkinan besar sawah yang mengalami kekeringan akan gagal panen secara total,” katanya.
La Sudarmin juga mengungkapkan bahwa pompa air tersebut nantinya akan digunakan untuk menyedot air dari sumur-sumur milik warga, meskipun jarak antara sumber air dan lahan persawahan cukup jauh.
“Pompa ini akan kami gunakan untuk menyedot air dari sumur-sumur masyarakat. Memang jaraknya cukup jauh, bahkan ada yang mencapai sekitar dua kilometer sebelum air bisa sampai ke sawah-sawah petani,” ujarnya.
Meski demikian, pihak BPP dan para petani tetap bersyukur atas bantuan yang diberikan karena dapat menjadi penyelamat bagi lahan pertanian di wilayah tersebut.
“Kalau tidak segera ada bantuan pompa air, petani akan mengalami kerugian besar karena kekeringan. Apalagi sebagian sawah berada di wilayah yang cukup jauh dari Bendung Gunung Jaya, bahkan berbatasan dengan Kelurahan Ra’ra,”jelasnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada para anggota DPRD Kolaka Timur yang telah memperjuangkan aspirasi para petani di Kecamatan Dangia.
“Kami sangat berterima kasih kepada Ketua Komisi I, Ketua Komisi II, serta anggota DPRD Koltim lainnya yang telah membantu memperjuangkan kebutuhan petani. Bantuan ini sangat berarti untuk menyelamatkan hasil panen petani di Dangia,” tutupnya.
Laporan : Jusran













