Dinas DPPKB Gelar Rapat Koordinasi Tahap IV TPPS 2025,Asisten III Irwan Kara Pertegas Komitmen Percepat Penurunan Stunting di Kolaka Timur

banner 468x60

Kolaka Timur.Tagsultra.Com-Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur menggelar Rapat Evaluasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Tingkat Kabupaten Tahun 2025, sebagai bentuk evaluasi menyeluruh terhadap kinerja lintas sektor dalam rangka menekan angka stunting dan memperkuat langkah konvergensi di tahun berikutnya.Senin (8/12/2025),di Aula Pemda Koltim

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Asisten III Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur, Irwan Kara, mewakili Plt. Bupati Kolaka Timur, H. Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd.dan di hadiri Kapolres Koltim,Kadis DPPKB,Kepala Bappeda dan Litbang,kadis Pangan,PLT Ketua PT-PKK,Kadis Kesehatan,Para Camat,Pendamping kecamatan dan desa se koltim,para kapus,bidan desa,perawat desa dan stakeholder yang terlibat

Dalam sambutan yang dibacakan Irwan Kara, Plt. Bupati menyampaikan rasa syukur dan penghargaan kepada seluruh pihak yang hadir dan terlibat aktif dalam percepatan penanganan stunting di Kolaka Timur.

“Atas rahmat Allah SWT, kita masih diberi kesehatan sehingga dapat melaksanakan Rapat Evaluasi TPPS Tahun 2025. Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras, berkolaborasi, dan hadir pada kegiatan penting ini,” ujar Irwan Kara

Plt. Bupati menegaskan Peran Strategis TPPS Berdasarkan Amanat Nasional,TPPS dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021, yang menjadi dasar kolaborasi lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting.

“TPPS adalah wadah koordinasi utama dalam percepatan penurunan stunting. Tugas kita adalah memastikan seluruh program berjalan efektif, terukur, terintegrasi, dan berorientasi pada hasil,” lanjutnya.

Stunting menjadi isu prioritas karena berdampak langsung pada perkembangan otak anak dan kualitas Sumber Daya Manusia di masa depan.

Dalam evaluasi tahun ini, pemerintah menekankan pentingnya strategi intervensi terhadap lima kelompok sasaran utama, yaitu:

1. Remaja

2. Calon pengantin

3. Ibu hamil

4. Ibu menyusui

5. Anak usia 0–59 bulan

“Dengan intervensi sensitif dan spesifik yang tepat sasaran, kita optimis target kinerja penurunan stunting dapat tercapai,” tegasnya.

Ia menilai pentingnya evaluasi menyeluruh untuk melihat capaian tahun berjalan sekaligus mengidentifikasi hambatan dan solusi.

“Review pelaksanaan program hari ini akan menjadi bahan perbaikan dalam menyusun langkah di tahun berikutnya. Seluruh tim harus meningkatkan koordinasi dan kekompakan agar target dapat dicapai secara optimal,” ucap Irwan Kara.

Selain itu, ia menekankan perlunya data yang akurat, advokasi berkelanjutan, penyebaran informasi yang masif, serta edukasi kepada masyarakat untuk mewujudkan Kolaka Timur bebas stunting.

Di akhir sambutannya,Asisten III mengajak seluruh pihak untuk tetap fokus dan meningkatkan komitmen bersama.

“Saya berharap hasil evaluasi hari ini dapat segera ditindaklanjuti. Mari kita bekerja lebih cerdas, lebih solid, dan lebih terarah dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kolaka Timur. Semoga melalui usaha dan kerja keras kita semua, angka stunting di daerah ini dapat terus menurun secara signifikan,” tegasnya.

Sementara itu,Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kolaka Timur, Jumaeda, menegaskan komitmen DPPKB sebagai leading sector dalam koordinasi pelaksanaan program percepatan penurunan stunting di daerah.

“Rapat evaluasi hari ini menjadi momentum penting bagi kita untuk memastikan bahwa seluruh rangkaian intervensi penurunan stunting berjalan efektif, tepat sasaran, dan sesuai dengan target nasional maupun daerah. DPPKB bersama seluruh perangkat daerah terus memperkuat koordinasi lintas sektor agar setiap program yang menyasar lima kelompok sasaran dapat diimplementasikan secara terukur dan berkelanjutan.”

Ia juga menyampaikan bahwa salah satu tantangan terbesar di lapangan adalah menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan agar pelaksanaan program benar-benar konvergen di tingkat desa dan kecamatan.

“Stunting tidak dapat ditangani oleh satu instansi saja. Dibutuhkan kolaborasi dan sinkronisasi dari seluruh OPD, pemerintah desa, kader, tenaga kesehatan, dan semua pihak terkait. Karena itu, kami menekankan pentingnya penyamaan persepsi, validasi data, serta peningkatan kualitas pendampingan untuk memastikan intervensi sampai kepada sasaran secara nyata.”

Lebih lanjut, Jumaeda menambahkan bahwa DPPKB terus melakukan pemantauan dan pembinaan kepada kecamatan dan desa, termasuk dalam hal optimalisasi Rencana Kerja (Rembuk Stunting), edukasi keluarga, serta penguatan peran Tim Pendamping Keluarga (TPK).

“Melalui pendampingan dan edukasi berkelanjutan, kita ingin memastikan bahwa setiap keluarga sadar akan pentingnya pencegahan stunting sejak dini—mulai dari masa remaja, pranikah, kehamilan, hingga 1.000 HPK. Ini yang sedang terus kami dorong agar kualitas SDM Kolaka Timur semakin baik.”

Ia menutup pernyataannya dengan optimisme bahwa Kolaka Timur dapat menekan angka stunting secara signifikan pada tahun mendatang.

“Kami optimis, dengan kerja keras, data yang akurat, dan gerakan bersama yang terkoordinasi, Kolaka Timur dapat mencapai target penurunan stunting yang lebih baik pada tahun 2026. DPPKB siap berada di garis terdepan dalam mengawal program ini.”

Laporan : Jusran

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *