Kolaka Timur, Tagsultra.com-Dalam rangka memperkuat upaya percepatan penurunan stunting, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kolaka Timur akan melaksanakan Sosialisasi Dapur Sehat dan Pencegahan Stunting di seluruh desa pada 12 kecamatan. Pelaksanaan kegiatan ini dijadwalkan mulai dalam waktu dekat, dan Kecamatan Tirawuta menjadi lokasi pertama yang akan dikunjungi.
Program ini merupakan bagian dari strategi intervensi hulu yang menitikberatkan pada edukasi keluarga, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan peran kader dan pemerintah desa dalam menciptakan lingkungan rumah tangga yang sehat, bersih, dan berorientasi gizi seimbang. Sosialisasi akan menyasar langsung keluarga yang memiliki balita, ibu hamil, calon pengantin, serta masyarakat umum yang menjadi bagian penting dalam ekosistem pencegahan stunting.
Kepala Dinas DPPKB Kolaka Timur, Jumaeda, SKM, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah kongkret pemerintah daerah dalam memastikan seluruh lapisan masyarakat memahami pentingnya pengelolaan dapur sehat, pola konsumsi gizi yang benar, serta perilaku hidup bersih dan sehat di tingkat keluarga
“Sosialisasi Dapur Sehat dan Pencegahan Stunting ini kami laksanakan sebagai bentuk komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur dalam melindungi generasi masa depan. Kami ingin memastikan setiap keluarga memahami pentingnya asupan gizi seimbang, kebersihan lingkungan, serta perilaku sehat dalam mendukung tumbuh kembang anak,” ujar Jumaeda.
Ia menambahkan bahwa pemahaman di tingkat keluarga menjadi kunci keberhasilan penurunan stunting.
“Seringkali persoalan stunting timbul bukan hanya karena keterbatasan bahan pangan, tetapi lebih pada kurangnya pengetahuan tentang cara mengolah makanan bergizi, memilih bahan lokal yang tepat, dan menjaga sanitasi dapur. Sosialisasi ini menjawab kebutuhan tersebut,” jelasnya.
Lebih jauh, Jumaeda menekankan bahwa kegiatan yang akan digelar di seluruh desa ini dirancang tidak hanya sebagai penyampaian informasi, melainkan juga pembekalan keterampilan praktis.
“Di setiap desa kami akan menghadirkan edukasi langsung, demonstrasi menu sehat, serta penguatan kapasitas kader dan perangkat desa. Harapannya, keluarga mampu mempraktikkan pola makan sehat dan menerapkan perilaku higienis secara berkelanjutan,” ujarnya.
Menurutnya, dimulainya kegiatan dari Kecamatan Tirawuta merupakan langkah strategis sekaligus simbol komitmen bersama.
“Tirawuta menjadi titik awal karena di wilayah ini terdapat banyak desa binaan yang sangat aktif dan siap bergerak. Kami yakin keberhasilan di Tirawuta akan menjadi contoh bagi kecamatan lainnya,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Jumaeda menyampaikan harapan besar terhadap dukungan lintas sektor.
“Kami mengajak camat, kepala desa, PKK, kader, hingga tokoh masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan sosialisasi ini. Penurunan stunting tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus menjadi gerakan bersama. Dengan kolaborasi kuat, kami optimis angka stunting di Kolaka Timur dapat ditekan secara signifikan,” tutupnya.
Kadis DPPKB Kolaka Timur menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian intervensi terintegrasi yang telah dirumuskan pemerintah daerah melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS). Pendekatan edukatif yang dimulai dari dapur sehat diyakini mampu memperkuat perubahan perilaku keluarga, yang selama ini menjadi titik paling menentukan dalam memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal.
Sosialisasi ini diharapkan menjadi gerakan massif yang berkelanjutan, terus digelorakan hingga seluruh desa memiliki ketahanan keluarga yang kuat, lingkungan rumah tangga yang sehat, dan pemahaman gizi yang cukup untuk mencegah lahirnya generasi stunting di masa mendatang.
Laporan: Jusran













