Ketua Komisi II DPRD Koltim,Suprianto Tegaskan Pembangunan Balai Kremasi Umat Hindu Bukti Pemerintah Hadir dan Adil untuk Semua Agama di Kolaka Timur

banner 468x60

Kolaka Timur.Tagsultra.com-Penantian panjang umat Hindu di Kabupaten Kolaka Timur selama lebih dari setengah abad akhirnya terjawab. Balai Kremasi Umat Hindu di Desa Adat Dwi Eka Dharma, Kelurahan Atula–Welala, Kecamatan Ladongi, resmi diresmikan pada Sabtu (3/1/2026). Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam sejarah pelayanan keagamaan di Kolaka Timur, sekaligus simbol nyata hadirnya negara dalam menjamin hak beribadah seluruh umat beragama secara adil dan setara.

Ketua Komisi II DPRD Kolaka Timur, Suprianto, ST., MT, turut hadir dalam peresmian tersebut bersama Plt. Bupati Kolaka Timur, pimpinan dan anggota DPRD, tokoh agama Hindu, serta masyarakat setempat. Kehadiran Suprianto menegaskan komitmen DPRD Koltim dalam mengawal pembangunan di bidang sosial dan keagamaan sebagai bagian tak terpisahkan dari pembangunan daerah yang inklusif dan berkeadilan.

Dalam keterangannya, Suprianto menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Daerah, khususnya kepada Plt. Bupati Kolaka Timur H. Yosep Sahaka, yang dinilainya menunjukkan kepemimpinan yang berpihak pada seluruh umat beragama tanpa kecuali.

“Yang pertama-tama ingin saya sampaikan, saya selaku Ketua Komisi II DPRD Koltim,yang salah satunya bermitra dengan bidang keuangan,memberikan apresiasi yang sangat besar kepada Pemerintah Daerah, khususnya kepada Bapak Plt. Bupati Kolaka Timur, yang hari ini hadir langsung bersama umat Hindu dalam rangka peresmian balai kremasi di Kelurahan Atula–Welala, Kecamatan Ladongi,” ujar Suprianto.

Ia menegaskan, peresmian balai kremasi ini bukan sekadar seremoni, melainkan bukti konkret bahwa Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur memberikan perhatian dan atensi yang sama kepada seluruh umat beragama.

“Kami selaku wakil rakyat bersama Ketua Komisi I dan Komisi III DPRD Koltim sangat berbahagia. Bapak Plt. Bupati secara tegas menyampaikan narasi dan komitmen bahwa pemerintah daerah selalu memperhatikan dan mengatensi seluruh umat beragama di Kolaka Timur. Salah satu buktinya adalah peresmian balai kremasi umat Hindu pada hari ini,” lanjutnya.

Suprianto juga memberikan apresiasi khusus kepada Ketua Komisi I DPRD Koltim, yang menurutnya memiliki peran besar dan perjuangan panjang dalam merealisasikan pembangunan balai kremasi tersebut.

“Saya secara pribadi menyaksikan langsung bagaimana perjuangan Ketua Komisi I DPRD Koltim sejak awal proses pembangunan balai kremasi ini, yang memang sempat terkendala oleh keterbatasan anggaran. Bahkan, saat berada di Jakarta, beliau masuk langsung ke Kementerian Agama membawa proposal pembangunan balai kremasi ini. Alhamdulillah, proposal tersebut mendapat atensi, diaminkan, dan akhirnya disetujui,” ungkap Suprianto.

Tak hanya itu, Suprianto juga mengapresiasi dukungan anggaran dari Pemerintah Daerah melalui bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), yang berada di bawah koordinasi Komisi I DPRD Koltim.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah yang telah memberikan atensi melalui penganggaran di Kesra. Dengan dukungan anggaran sebesar Rp150 juta dari Pemda, hal ini menjadi ‘vitamin’ yang menambah kekuatan anggaran pembangunan balai kremasi, hingga total kebutuhan sekitar Rp400 juta dapat terpenuhi melalui gotong royong umat Hindu. Setelah 54 tahun penantian, balai kremasi ini akhirnya bisa terwujud dan menjadi berkah bagi kita semua,” jelasnya.

Menurut Suprianto, pembangunan balai kremasi ini diharapkan menjadi penguat nilai toleransi, persaudaraan, dan kebersamaan di Kabupaten Kolaka Timur.

“Saya berharap Kolaka Timur dengan toleransi yang kuat dan sikap persaudaraan yang kokoh, kita bisa membangun daerah ini bersama-sama. Dengan kebersamaan, pembangunan Kolaka Timur akan berjalan lebih cepat dan sejajar dengan daerah-daerah lain,” tegasnya.

Balai Kremasi Umat Hindu ini dibangun sebagai sarana pelayanan keagamaan yang layak, bermartabat, dan sesuai dengan ajaran agama Hindu, khususnya dalam pelaksanaan upacara Pitra Yadnya (Ngaben/kremasi). Kehadirannya menjadi wujud nyata perhatian pemerintah dan masyarakat dalam memenuhi hak beribadah umat Hindu secara adil dan setara.

Selain memberikan fasilitas ibadah yang manusiawi, balai kremasi ini juga bertujuan melestarikan adat dan kearifan lokal, menjaga keberlangsungan tradisi Hindu agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Keberadaannya turut meringankan beban sosial dan ekonomi umat, karena proses kremasi tidak lagi harus dilakukan di daerah yang jauh, sehingga biaya dan waktu dapat ditekan.

Dari sisi lingkungan, proses kremasi kini dapat dilakukan secara terpusat, terkelola, tertib, dan ramah lingkungan sesuai ketentuan yang berlaku. Lebih dari itu, balai kremasi ini menjadi simbol penghormatan terhadap keberagaman dan penguat kerukunan antarumat beragama di Kolaka Timur.

Pembangunan balai kremasi umat Hindu ini bukan semata pembangunan fisik, melainkan penegasan nilai keadilan sosial, penghormatan terhadap nilai-nilai spiritual, serta komitmen pemerintah daerah dan DPRD dalam melayani seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi.

Laporan : Jusran

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *