Petani Koltim Geruduk DPRD, Tuntut Harga Gabah Sesuai Inpres dan Minta Kepala Bulog Kolaka Raya di Copot

banner 468x60

Kolaka Timur, Tagsultra.Com-Ratusan petani dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kolaka Timur menggeruduk Kantor DPRD Koltim, Senin (23/9/2025). Mereka membawa spanduk dan poster bertuliskan hastag#BeriHarapanPetaniMuda sebagai bentuk protes keras terhadap anjloknya harga gabah di tingkat petani yang hanya berkisar Rp5.000–5.100/kg.

Padahal, sesuai Instruksi Presiden (Inpres) No. 6 Tahun 2025, harga pembelian gabah sudah diatur jauh lebih tinggi. Kondisi inilah yang membuat para petani merasa dipermainkan oleh pasar dan pengusaha nakal.

Dalam orasinya, Sugi, koordinator lapangan aksi yang juga petani asal Desa Atolanu, Kecamatan Lambandia, menyuarakan jeritan para petani.

“Kami datang bukan untuk gaduh, tapi untuk menuntut hak kami. Harga gabah seharusnya sesuai Inpres, bukan harga pasar abal-abal yang merugikan petani. Kalau pengusaha masih membeli di bawah standar, cabut saja izinnya!” tegas Sugi di hadapan ratusan peserta aksi.

Ia juga mendesak agar pemerintah pusat maupun daerah segera turun tangan dan membenahi tata kelola cadangan beras pemerintah.

“Copot Kepala Bulog Kolaka Raya, karena sudah gagal total menjaga harga. Pemkab dan TNI/Polri wajib mengawal harga di tingkat petani. Jangan biarkan kami jadi korban permainan spekulan lagi. Pemerintah jangan hanya janji! Kami menuntut keadilan,” seru Sugi dengan suara bergetar penuh emosi.

Meski berlangsung tertib, Sugi memberi peringatan keras jika tuntutan petani kembali diabaikan.

“Kalau aspirasi ini tidak digubris, kami pastikan aksi berikutnya akan lebih besar. Petani tidak boleh terus dipermainkan!” tandasnya.

Menanggapi aksi tersebut, Ketua Komisi II DPRD Koltim, Suprianto, ST., MT langsung turun menemui massa. Ia menyatakan bahwa DPRD Koltim bersama Fraksi Gerindra dan fraksi lainnya akan mengawal penuh perjuangan petani.

“Kami di Komisi II sudah lama memantau persoalan ini. Harga gabah jatuh di bawah ketentuan Inpres adalah bentuk ketidakadilan. DPRD Koltim akan segera memanggil pihak Bulog, Dinas Pertanian, dan pengusaha penggilingan untuk duduk bersama mencari solusi konkret,” tegas Suprianto.

Suprianto juga mengingatkan pemerintah agar tidak abai terhadap nasib petani.

“Petani adalah tulang punggung pangan negeri. Jika petani hancur, maka bangsa ini juga hancur. Kami minta pemerintah daerah segera bertindak tegas, jangan tunggu sampai petani turun ke jalan lebih banyak lagi,” ucapnya di hadapan massa aksi.

Ia menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk menyampaikan persoalan ini hingga ke DPR RI dan Kementerian Pertanian agar ada kebijakan tegas dalam penanganan harga gabah.

“Kami tidak ingin hanya jadi penonton. Suara petani akan kami kawal sampai pusat. DPRD Koltim berdiri bersama petani,” pungkasnya.

Aksi yang digelar sejak pagi hingga siang itu berakhir tertib setelah mendapat jaminan dari DPRD untuk segera menindaklanjuti aspirasi para petani. Namun, pesan keras sudah jelas: petani Kolaka Timur siap melawan ketidakadilan harga demi mempertahankan kesejahteraan mereka.

Laporan : Tim Redaksi

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *