Terus Perkuat Komitmen Pelestarian Budaya, Bidang Kebudayaan Gandeng LAT Konawe Studi ke Solo

banner 468x60

Surakarta, Tagsultra.com-Pemerintah Kabupaten Konawe melalui Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama Lembaga Adat Tolaki (LAT) Konawe melakukan kunjungan studi ke Kota Surakarta (Solo), Selasa, 25 November 2025. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran kelembagaan adat dalam mendukung pelestarian dan kemajuan kebudayaan di Konawe.

Kunjungan tersebut difokuskan pada penguatan kapasitas kelembagaan LAT Konawe, sekaligus menyerap praktik terbaik (best practice) pengelolaan kebudayaan di Solo yang dikenal sebagai salah satu kota budaya terkemuka di Indonesia.

Kepala Bidang Kebudayaan : Andang Masnur,S.Pd.,M.Pd

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Konawe, Andang Masnur,menegaskan bahwa LAT Konawe selama ini tidak hanya menjadi simbol adat, tetapi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan dan menjalankan program pelestarian budaya.

“LAT Konawe memiliki peran sangat penting dalam menjaga identitas kultural masyarakat Tolaki. Melalui kunjungan ini, kami ingin melihat secara langsung bagaimana Dinas Kebudayaan Surakarta melibatkan masyarakat adat dalam setiap lini kebijakan, mulai dari perencanaan hingga implementasi program kebudayaan,” tegas Andang.

Ia menambahkan, langkah ini juga sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang menempatkan masyarakat adat sebagai pilar utama dalam menjaga, mengembangkan, dan mempromosikan kekayaan budaya daerah.

“Kami ingin memastikan bahwa pelibatan masyarakat di Konawe tidak bersifat seremonial, tetapi benar-benar terstruktur dan berdampak, misalnya dalam penetapan cagar budaya, perlindungan situs sejarah, hingga pengusulan Objek Pemajuan Kebudayaan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB),” ujar Andang Masnur dengan nada optimistis.

Sementara itu, Ketua LAT Konawe yang juga Ketua Komisi III DPRD Konawe, H. Ginal Sambari, menegaskan bahwa kunjungan ini menjadi momentum reflektif sekaligus titik tolak pembaruan tata kelola kebudayaan berbasis kearifan lokal.

“Kami datang ke Solo bukan sekadar untuk belajar, tetapi untuk memetik spirit bagaimana tradisi dan modernitas bisa berjalan seiring. Solo memberi contoh konkret bagaimana masyarakat adat dilibatkan secara aktif dan berkelanjutan dalam menjaga marwah budaya. Pola ini akan kami adopsi dan rumuskan ke dalam rekomendasi kebijakan strategis di Konawe,” tegas Ginal.

Ia juga menekankan bahwa LAT Konawe siap menjadi garda terdepan dalam mengawal kebijakan Bupati dan Wakil Bupati Konawe, khususnya dalam bidang kebudayaan berbasis nilai-nilai Tolaki.

“Kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi fondasi membangun jatidiri daerah di masa depan. Kami ingin memastikan kebudayaan Tolaki tidak hanya lestari, tetapi hidup dan relevan bagi generasi muda,” tambahnya.

Rangkaian kunjungan diawali dengan audiensi di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta, dilanjutkan dengan visitasi ke Museum Radya Pustaka sebagai museum tertua di Indonesia, serta ditutup dengan kunjungan ke Istana Mangkunegaran yang sarat nilai sejarah dan filosofi budaya Jawa.

Rombongan diterima langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta, Aryo Widyandoko, beserta Kepala Bidang Kesenian dan Kepala Bidang Cagar Budaya.

Adapun pejabat yang turut mendampingi dari pihak Dinas Kebudayaan Surakarta antara lain:

1. Sukono, S.Sn., MM – Kepala Bidang Pembinaan Sejarah dan Pelestarian Cagar Budaya

2. Heri Karyanto, S.Sn – Pamong Budaya Ahli Muda

3. Anies Dyah Oktavianti, S.Sos., M.Si – Kepala Bidang Seni dan Budaya

4. Atik Setiani, S.Sn – Pamong Budaya Pertama

Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga adat dalam membangun ekosistem kebudayaan yang berkelanjutan demi menjaga jati diri Konawe di tengah arus globalisasi.

Laporan: Jusran

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *